Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOLAR AS sedikit melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), saat investor berhati-hati atas ekspektasi tentang vaksin COVID-19 yang tidak mungkin menanggal kasus di musim dingin yang suram di Amerika Serikat dan Eropa saat gelombang terbaru pandemi meningkat.
Laporan klaim pengangguran mingguan AS terbaru juga tidak mengubah dolar ketika keluar pada Kamis pagi. Laporan tersebut menunjukkan laju penurunan klaim telah melambat menjadi 709.000 dibandingkan dengan 757.000 pada minggu sebelumnya dan perkiraan untuk 735.000 klaim.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,09 persen menjadi 92,9628, setelah sedikit rebound di perdagangan London dari posisi terendah selama perdagangan Asia.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1806 dolar AS dari 1,1773 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3115 dolar AS dari 1,3210 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7236 dolar AS dari 0,7274 dolar AS.
Dolar AS dibeli 105,08 yen Jepang, lebih rendah dari 105,45 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9147 franc Swiss dari 0,9172 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3139 dolar Kanada dari 1,3070 dolar Kanada.
Pasar tidak menemukan arah baru dari berbagai komentar oleh para gubernur bank sentral dari AS, Eropa, dan Inggris pada tengah. Mereka menyambut baik hasil yang menggembirakan dalam uji coba vaksin tetapi menekankan bahwa prospek ekonomi tetap tidak pasti.
Eropa bergulat dengan infeksi yang melonjak dan pembatasan baru COVID-19, dengan penasihat ekonomi Jerman memangkas prospek pertumbuhan tahun depan. Di Amerika Serikat, kasus terus mencapai rekor tertinggi.
Bersamaan dengan virus tersebut, penolakan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump untuk mengakui kekalahan dari calon Demokrat Joe Biden dalam pemilihan pekan lalu juga mulai mengguncang saraf para investor. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Wall Street Anjlok Dipicu Ketidakpastian Vaksin Covid
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Pada pekan pertama Desember 2024, otoritas Jepang mencatat jumlah kasus influenza baru meningkat menjadi 44.673, meningkat sekitar 20.000 dibandingkan sepekan sebelumnya.
Pemerintah Jepang mewajibkan warganya memakai masker imbas melonjaknya kasus influenza dan Covid-19.
Kadinkes Kota Depok Mary Liziawati mengatakan beberapa hari ini kasus covid-19 di Kota Depok terus mengalami lonjakan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati memandang belum saatnya menerapkan kebijakan Covid-19 berbayar.
Kampanyekan kembali pemakaian masker dan vaksin booster Covid-19 merupakan salah satu upaya pencegahan yang harus dilakukan masyarakat Indonesia.
Derajat kekebalan masyarakat yang mendapatkan vaksinasi ataupun yang pernah terkena covid-19 sebelumnya dan mendapatkan vaksinasi sudah mulai menurun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved