Selasa 27 Oktober 2020, 10:59 WIB

Upah Minimum 2021 tak Naik, Aksi Perlawanan Buruh Semakin Keras

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Upah Minimum 2021 tak Naik, Aksi Perlawanan Buruh Semakin Keras

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Ilustrasi: Buruh kerja menyelesaikan produksi pakaian di sebuah perusahaan konveksi di Bandung, Jawa Barat, Senin (12/10/2020)

 

KONFEDERASI Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan yang mengeluarkan surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020 yang menyebutkan upah minimum 2021 tidak ada kenaikan.

Adapun isi surat edaran tersebut adalah meminta kepada para Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

Melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan, dan menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

"Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha semata," kata Said Iqbal melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/10).

Baca juga: Buruh Minta Upah Minimum Tetap Naik Tahun Depan

Menurutnya, pengusaha memang sedang susah. Tapi buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021.

Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

"Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-besaran di 24 provinsi pada 2 November dan 9-10 November yang diikuti ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur.

Isu yang diangkat yakni batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan harus ada kenaikan upah minimum 2021 untuk menjaga daya beli masyarakat.(OL-5)

Baca Juga

Ist

Manufacturing Indonesia Gairahkan Kembali Industri Manufaktur

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 23:55 WIB
Program hybrid Pamerindo diimplementasikan melalui platform Business Meeting dan Digital Showroom yang didukung smart environment...
Ist

Strategi Produsen Baja Ringan Bertahan di Masa Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 22:15 WIB
Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pelaku usaha konstruksi juga harus jeli melihat...
Ist

Mentan Syahrul Pantau Aktivitas Jual Beli Pasar Ternak Tallunglipu

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 21:00 WIB
Menurut Mentan, Pasar Tallunglipu bisa dikembangkan lebih modern dengan konsep pasar lokal yang terintegrasi dengan pembibitan dan budi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya