Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan teknologi keuangan (financial technology atau fintech) dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19 karena industri ini beradaptasi dengan kenormalan baru dan mendorong transformasi digital.
“Dengan ketersediaan akses keuangan dan bantuan sosial pemerintah terdistribusi melalui teknologi, kami harap dapat membantu UMKM dan sektor informal bertahan dari krisis,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida dalam Hari Inovasi Virtual di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, saat pergerakan manusia dibatasi akibat pandemi, banyak pelaku usaha memikirkan kembali cara untuk bertahan dan kembali pulih. Kondisi itu, kata dia, memberikan kesempatan bagus bagi industri keuangan digital termasuk fintech karena banyak hal ditawarkan dengan metode yang lebih sederhana, khususnya dalam proses pinjaman.
Menurut catatan OJK, angka pembiayaan pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending kian melejit. Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar mengungkapkan hingga akhir Juni 2020 pembiayaan fintech telah mencapai Rp113,46 triliun dengan jumlah peminjam mencapai 25,76 juta.
Oleh karena itu, dia berharap perkembangan tersebut dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tengah pandemi.
“Saya optimistis ini akan memberikan nilai tambah dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Saya berharap Tuhan Yang Maha Kuasa akan mendukung,” ungkap Sukarela.
Dia menambahkan hingga paruh pertama 2020 sudah terdapat 158 entitas fintech P2P lending legal, terdiri dari 33 perusahaan dengan status berizin dan 125 berstatus terdaftar. Jumlahnya berkurang dari data awal Juni 2020, dengan catatan fintech sebanyak 161 entitas.
Di tengah popularitas fintech yang terus melejit, Sukarela mengatakan ada 4 tantangan besar yang menghambat perkembangannya di Indonesia. Satu di antara 4 tantangan itu ialah rendahnya inklusi keuangan.
Berdasarkan data OJK, 54 juta masyarakat Indonesia masih belum terjangkau bank sehingga tidak memiliki akun bank. OJK menargetkan 75% masyarakat bisa terinklusi pada 2020.
“Kemudian ada gap (pembatas) yang besar dalam pendanaan kredit UMKM, rendahnya literasi financial digital, dan rendahnya sumber daya untuk fintech dan startup,” ungkap Sukarela.
Rekomendasi
Menurut Karaniya Dharmasaputra, Sekretaris Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) yang juga presiden direktur fintech pembayaran OVO, untuk dapat melakukan pemulihan ekonomi, diperlukan rekomendasi-rekomendasi yang harus dilakukan seluruh stakeholders.
Rekomendasi pertama, yaitu membentuk kerangka regulasi yang lebih progresif. Kemudian, mengurangi kesenjangan infrastruktur dan kesenjangan digital. Seluruh stakeholders harus bekerjasama untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur perangkat keras dan lunak, yang merupakan pengembangan penting.
Rekomendasi ketiga, meningkatkan literasi keuangan melalui inisiatif publik-swasta. Upaya bersama dalam menyampaikan kegiatan literasi keuangan, termasuk dengan mengembangkan mekanisme dan/atau sistem tindak lanjut untuk memastikan dampak yang terukur bagi masyarakat.
Terakhir, yaitu kesenjangan bakat. “Masalah kesenjangan bakat, terutama untuk analitik data dan programmer perlu ditangani secara kolaboratif antara pemerintah, industri, serta akademisi,” pungkas Karaniya. (Ant/E-3)
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved