Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GARUDA Maintenance Facility (GMF) Aerospace, anak usaha maskapai Garuda Indonesia, berharap 60% pesawat terbang di dalam negeri bisa memanfaatkan fasilitas dari pelaku maintenance, repair, dan overhaul (MRO) lokal.
"Kalau sekarang kan yang 40% ke dalam negeri dan 60% lagi ke luar, diharap bisa bertukar itu," ungkap
Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Iwan Joeniarto di Hanggar 4 GMF Aeroasia Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (4/3).
Untuk mendukung perkembangan industri MRO dalam negeri, menurutnya, dukungan pemerintah amat penting.
Maka itu, pihaknya mengapresiasi paket kebijakan VIII yang dilansir pemerintah akhir 2015.
Salah satu isinya ialah membebaskan bea masuk suku cadang pesawat dari 5%-15% jadi 0%.
"Ke depannya kami harap bisa terus didukung," ujar Iwan.
Lebih lanjut, kapasitas Hanggar 4 GMF Aerospace yang merupakan hanggar terbesar untuk pesawat narrow body disebutnya kini telah terisi 60%-70%.
Ditargetkan, pada 2018, kapasitas 16 selot Hanggar 4 bisa terisi maksimal.
Ia menambahkan kini Indonesia butuh satu aviaton park yang mencakup berbagai fasilitas, seperti untuk perawatan pesawat, perawatan komponen, perawatan mesin, dan perawatan kabin.
"Penting pula menciptakan tenaga ahli di bidang aviasi dengan mendirikan sekolah khusus perawatan dan perbaikan pesawat yang terintegrasi dengan industri MRO Indonesia," imbuh Iwan.
Di tempat sama, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan terus berusaha memfasilitasi industri MRO.
Apalagi, GMF Aerospace ingin jadi 20 besar dunia pada 2020.
Rival Indonesia dalam industri MRO di Asia Tenggara ialah Singapura.
Namun, ia yakin industri MRO dalam negeri tidak kalah.
"Di sini SDM lebih murah, biaya sewa lahan juga." (*/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved