Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BRISat akan Pacu Lini Asuransi Mikro

Dwi Tupani
07/3/2016 05:45
BRISat akan Pacu Lini Asuransi Mikro
(www.bumn.go.id)

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk optimistis bisa meraih 11 juta nasabah pemegang polis asuransi mikro di 2016.

Hal itu didukung oleh peningkatan jaringan setelah Satelit BRI (BRISat) direncanakan mengangkasa Juni mendatang.

Hal itu disampaikan SEVP Network & Services BRI Catur Budiharto dalam media gathering BRI di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Saat ini jumlah nasabah pemegang asuransi mikro BRI mencapai angka 3 juta sejak asuransi mikro itu diluncurkan pada September 2014.

"Asuransi mikro merupakan bagian dari bancassurance BRI. Tahun ini kami harapkan nasabahnya mencapai 11 juta, tiga kalilah dari perolehan 2015," kata Catur.

BRI mengembangkan lini asuransi mikro untuk merespons program peningkatan literasi keuangan masyarakat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam ketentuan OJK, 20% bancassurance bank diharapkan berasal dari asuransi mikro.

"Asuransi mikro cukup menjanjikan. Tahun lalu kita mendapatkan fee based income dari sektor bancassurance sekitar Rp100 miliaran. Sekitar Rp40 miliar dari asuransi mikro," katanya.

Pada 2014, BRI bersinergi dengan PT Bringin Jiwa Sejahtera (BRIngin Life) sebagai ketua konsorsium, PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur (BSAM), dan PT AJ Jiwasraya.

Mereka meluncurkan Asuransi Mikro-Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AM-KKM) dengan premi Rp50 ribu per tahun.

Salah satu keunggulan AM-KKM ialah pasangan (suami/istri) masing-masing dapat menikmati manfaat asuransi AM-KKM tersebut dengan total premi yang dibayarkan Rp90.000 per tahun.

"Memang untuk mengembangkan produk asuransi mikro kami perlu dibantu teknologi. Asuransi mikro duitnya kecil-kecil kalau tidak didukung jaringan enggak cocok," tutur Catur.

Dengan kualitas jaringan yang makin apik, salah satunya melalui peluncuran BRISat Juni mendatang, Catur optimistis produk asuransi mikro akan berkembang pesat.

Ia menambahkan, produk asuransi mikro juga akan bersinergi dengan program BRILink, yakni program branchless banking BRI.

Agen BRILink tahun ini ditargetkan mencapai 70 ribu agen, meningkat dari 53.057 agen saat ini, dan mengintensifkan ceruk pasar masyarakat desa.

"Kami ingin satu agen satu desa. Jumlah desa (di Indonesia) kan hampir 80 ribu desa. Enggak mudah itu, itu tantangan kita. Dengan satelit, hal itu bisa terpecahkan," ulasnya.

EVP Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso menambahkan, program asuransi mikro merupakan bagian dari pengembangan sektor mikro oleh BRI secara keseluruhan.

"Makanya BRI mengambil alih BRIngin Life untuk perbesar asuransi mikro," katanya.

BRISat

Pada kesempatan sama, SEVP IT Strategy & Satelite BRI Hexana Tri Sasongko menyatakan, pada 8 Juni esok, BRISat siap mengangkasa di launch site di Kourou, Guiana, Prancis.

Satelit itu disebutnya akan meningkatkan nilai BRI dan juga mendorong efisiensi jaringan komunikasi.

Sebagai bank yang fokus di sektor mikro, imbuh Hexana, BRI wajib menjaga kualitas jaringan.

"Di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) ini, bank (yang fokus mikro) harus efisien," katanya.

Menurut Hexana, langkah BRI untuk membangun, meluncurkan, dan mengoperasikan satelit BRISat merupakan upaya pihaknya menghadirkan kualitas jaringan yang sama baiknya di seluruh daerah.

Ia mengakui proyek BRISat yang ditaksir menelan sekitar US$250 juta (sekitar Rp3 triliun) itu belum akan berdampak hingga akhir 2016.

Namun, ia meyakinkan satelit itu mumpuni karena menggandeng mitra berkualitas.

"Yang jelas proyek kami sudah feasible," tuturnya.

BRI menggandeng perusahaan asal AS, Space System Loral LLC (SSL) untuk membangun satelit dan perusahan peluncur roket asal Prancis, Arianespace. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya