Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah perlambatan perekonomian akibat pandemi virus korona baru covid-19), sektor pembayaran digital tetap dapat melaju dan membukukan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Pembayaran digital dan transaksi daring (online) tercatat melonjak seiring anjuran bekerja dari rumah (work from home/WFH). Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyebutkan sejak pemerintah memberlakukan aturan physical distancing, pihaknya mulai melihat perubahan perilaku signifi kan dalam ekosistemnya.
"Misalnya, adanya peningkatan transaksi pada online commerce dengan peningkatan nilai transaksi lebih dari 100% untuk online commerce," tutur Karaniya kepada Media Indonesia, kemarin.
Menurutnya, hal itu mencerminkan pembayaran digital dan layanan keuangan digital berperan penting menjaga laju perekonomian di masyarakat. Untuk itu, pihaknya membentuk gugus tugas internal covid-19 yang salah satu tujuannya agar fokus mempercepat strategi produk penting.
"Kami mengembangkan inisiatif dan produk yang benarbenar bermanfaat bagi pengguna dan merchant. Kami akan terus fokus melayani mereka yang paling membutuhkan dan siap berkolaborasi menjaga stabilitas ekonomi," tutur Karaniya. PT Espay Debit Indonesia Koe sebagai operator Dana juga mengaku mengalami peningkatan transaksi selama pandemi covid-19. Menurut Chief Communication Offi cer Dana, Chrisma Albandjar, pihaknya mengalami kenaikan transaksi per Maret 2020 sebesar 15%.
"Penyumbang terbesar ialah pembayaran tagihan dan pembelian pulsa," terang Chrisma. Perusahaan teknologi pendukung transaksi digital Youtap Indonesia juga mengalami kenaikan transaksi selama covid-19.
Youtap mengembangkan solusi digital untuk perusahaan seperti McDonald's hingga penerbit uang elektronik seperti LinkAja ShopeePay, serta aplikasi reward Cashback. CEO Youtap Indonesia Herman Suharto menerangkan Youtap mencatat adanya kenaikan transaksi nontunai pada merchantmerchant lainnya di seluruh Indonesia hingga 129%, menyusul perubahan kebiasaan konsumen yang lebih memilih pembayaran nontunai di masa pandemi covid-19.
"Pandemi covid-19 memang berdampak pada banyak entitas bisnis. Kami pun mulai mengedukasi merchant UMKM untuk memberikan layanan pesan antar dengan transaksi nontunai. Ini momentum kita untuk mendorong adopsi transaksi digital yang nyaman dan aman," tutur Herman.
Lebih terbiasa Pengamat ekonomi, Josua Pardede, melihat situasi saat ini memang ideal untuk perusahaan uang elektronik dan penyedia layanan pembayaran digital mengalami kenaikan transaksi. Kondisi saat ini secara tidak langsung memaksa masyarakat mengubah pola transaksi mereka.
"Bank Indonesia (BI) memang dalam beberapa tahun terakhir mendorong gerakan transaksi nontunai. Terlebih, ada anjuran tidak menggunakan uang tunai untuk mengurangi penyebaran virus," tutur Josua. Dengan situasi ini, kata dia, secara tidak langsung mendorong pembiasaan transaksi secara nontunai.
Bahkan, pemerintah sudah melakukan berbagai pe nyaluran dana yang menggunakan transaksi digital dan tidak lagi secara tunai. Hal ini ikut mendorong pembiasaan penggunaan transaksi digital di masyarakat. "Harapannya setelah pandemi covid-19 selesai, masyarakat akan lebih terbiasa menggunakan transaksi nontunai dan terus berlanjut sebagaimana harapan BI untuk mengurangi transaksi tunai," tutur Josua. (S-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved