Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengalami pareto atau hanya sebagian kecil yang berkinerja baik. Pemerintah dinilai tidak perlu ragu untuk mempertahankan BUMN dengan kinerja bagus saja sebagai entitas mandiri.
“Jadi kalau ada pernyataan hanya 10% saja yang bisa dipertahankan sebagai stand alone (entitas mandiri), saya kira hal itu sah saja,” ujar pengamat BUMN Toto Pranoto kepada Media Indonesia, kemarin.
Hal itu diungkapkan Toto menanggapi pernyataan Menteri BUMN, Erick Thohir, yang mengatakan bahwa hanya 10% BUMN yang mampu berdiri sendiri.
Saat menghadiri peringatan Ulang Tahun ke-22 Kementerian BUMN di Jakarta, Senin (13/4), Erick mengemukakan bahwa berdasarkan laporan dari sejumlah pakar independen selama tujuh bulan ini, hanya 10% BUMN yang mampu berdiri sendiri.
“Kenyataannya, 68% perusahaan di BUMN siap bahkan dianjurkan untuk bisa konsolidasi, hanya 10% bisa berdiri tegak, lainnya tidak siap,” ucap Erick.
Toto mengatakan kondisi pareto itu sendiri terjadi karena beberapa hal yakni karena sebagian besar BUMN manfaat publiknya sudah turun atau sudah bisa digantikan sektor swasta, dan kinerja keuangannya juga buruk.
“Kelompok ini sudah sepatutnya dilikuidasi. Selanjutnya, kelompok yang manfaat publiknya masih tinggi, tapi kinerja finansialnya buruk, sehingga perlu adanya restrukturisasi, misalnya Krakatau Steel,” tuturnya.
Selanjutnya, kelompok yang manfaat publik tinggi dan kinerja keuangan juga baik, dirinya mencontohkan Telkom, perbankan, dan bidang infrastruktur.
“Problemnya sebagian besar BUMN ada di kelompok 1 dan 2. Jadi perlu upaya perbaikan radikal, baik berupa langkah likuidasi atau
restrukturisasi BUMN,” tegasnya.
Menurut Toto, pada akhirnya mungkin BUMN yang dimiliki lebih sedikit, tapi kondisinya secara umum lebih sehat, dan delivery manfaat publiknya lebih optimal.
Toto menegaskan perusahaan yang memiliki finansial buruk sebaiknya dilikuidasi. “Manfaat publik sudah turun dan kesehatannya buruk sekali. Jadi percuma dipertahankan,” tandasnya.
Namun, kata dia, apabila BUMN itu manfaat publiknya masih tinggi, akan tetapi kesehatan internalnya buruk, langkah perbaikan bisa dilakukan dengan restrukturisasi. (Iam/E-3)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Citibank Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 10% secara tahunan
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp594,82 miliar hingga kuartal III-2025.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Bank Jakarta berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif hingga triwulan III tahun 2025.
Telkom memastikan layanan Indihome dan Telkomsel kembali normal setelah gangguan nasional. Simak penjelasan resmi dan kronologinya di sini.
Gangguan internet Indihome dan sinyal Telkomsel dikeluhkan pengguna di Papua, Jawa, Kalimantan, hingga Bekasi. Koneksi tidak stabil mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Program Stunting Action Hub dari Telkom Indonesia meraih IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025 berkat kontribusinya dalam pencegahan stunting melalui teknologi digital
Telkomsat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Space42 PLC untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan layanan konektivitas satelit di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved