Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan laba bersih perusahaan-perusahaan pelat merah bisa mencapai Rp300-an triliun di 2024.
Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/2).
Dalam pandangannya, dengan jumlah BUMN yang mencapai 142 perusahaan dan menghasilkan laba bersih sekitar Rp180-an triliun per tahun, angka perolehan tersebut belum maksimal.
“Nilai laba bersih Rp180-an triliun. Kita berharap di tahun 2024 bisa capai sekitar Rp300-an triliun. Kita coba untuk double dari laba saat ini,” kata Erick.
Dengan penetapan target tersebut, sambungnya, kinerja tiap BUMN dapat diukur. Perusahaan yang kurang berkontribusi dalam target itu akan didorong untuk merger atau subholding.
Selain itu, dia juga menargetkan adanya peningkatan pendapatan negara dari perusahaan-perusahaan BUMN. “Di tahun 2024, kontribusi kepada negara lewat dividen, pajak, royalti, dan lain-lain, yang sekarang Rp400-an miliar, coba jadi Rp700-an miliar,” imbuhnya.
Menteri BUMN juga menambahkan pihaknya terus berusaha untuk menaikkan laba perusahaan plat merah hingga 10% per tahun. Namun demikian ia mengakui target tersebut tak mudah dicapai, terlebih di situasi ekonomi saat ini yang tengah mengalami tekanan.
“Tidak mudah menaikkan profit 10% per tahun dengan kondisi ekonomi seperti ini. Apalagi di era disrupsi ini, ada perusahaan yang hilang, ada yang baru. Tapi kami terus berusaha,” ujarnya.
Di kesempatan itu, Erick juga menyebut kementeriannya memiliki lima prioritas ke depan sebagai fondasi BUMN.
“Lima prioritas Kementerian BUMN, yakni nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta,” paparnya.
Ia mengemukakan untuk poin nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, Kementerian BUMN akan berupaya mendorong bidang ketahanan pangan, energi, dan kesehatan. (Van/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved