Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH optimistis Sebanyak 20% dari total kendaraan yang beroperasi di Tanah Air akan berbasis atau bertenaga listrik pada 2025.
Target pengaplikasian kendaraan bermotor listrik memang sangat baik demi mengurangi beban impor minyak dan gas. Penggunaan mobil dan motor listrik juga akan mengurangi emisi karbon sehingga lingkungan lebih ramah bagi masyarakat.
Namun, di balik berbagai hal positif tersebut, penggunaan kendaraan listrik juga menyisakan persoalan yakni limbah baterai.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan mengatakan baterai memiliki periode hidup yang terbatas yakni sepuluh tahun. Setelah itu, baterai tidak akan lagi bisa digunakan.
"Sementara baterai itu limbah yang tidak bisa dibuang atau dipendam begitu saja. Maka dari itu, harus ada solusi dari limbah-limbah baterai," ujar Johnny di Jakarta, Selasa (26/11).
Maka dari itu, ia meminta pemerintah menerbitkan program pengendalian limbah baterai. Baterai-baterai yang sudah habis masa hidup mereka harus diolah ulang atau recycle sehingga bisa digunakan kembali.
"Jadi kendaraan listrik ini bisa jadi solusi yang tidak meninggalkan masalah. Sampai buntut terbenahi semua," pungkasnya. (OL-8)
Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah perilaku pengemudi di balik kemudi. Gaya berkendara agresif menjadi musuh utama efisiensi baterai.
Pemerintah melalui PLN telah memastikan ketersediaan 53 hingga 60 titik SPKLU di sepanjang Tol Trans Jawa
Sebanyak 180 ribu mobil listrik diprediksi mudik Lebaran 2026. Kemenko Infrastruktur & Entrev pastikan kesiapan SPKLU dan layanan pendukung bagi pemudik EV.
PERJALANAN mudik dengan mobil listrik diperkirakan semakin ramai pada Lebaran tahun ini.
PERJALANAN mudik menggunakan mobil listrik atau electric vehicle (EV) membutuhkan perhatian khusus agar jarak tempuh tetap optimal.
Simak panduan hemat baterai mobil listrik saat mudik 2026. Mulai dari teknik regenerative braking hingga fitur preconditioning untuk efisiensi maksimal.
Sangat penting bagi SPPG untuk melakukan pengelolaan limbah dan penegakan standar operasional prosedur
PENDEKATAN pengelolaan limbah berbasis Product Life Cycle (PLC) kini menjadi strategi kunci bagi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan.
Indonesia menjadi fokus Blue Generation untuk menghadirkan solusi inovatif yang mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi limbah.
Sistem ini bekerja menggunakan panas ekstrem hingga 2.000°C berbasis teknologi plasma, sehingga limbah tidak menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya.
Di banyak kawasan perairan, benda-benda berbahan logam yang tenggelam justru malah menjadi rumah bagi ikan dan organisme laut lainnya.
MCCI memperkuat komitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan ramah lingkungan. Hal itu tercermin melalui penerapan sistem pengelolaan limbah terpadu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved