Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Nasib Petani Guram Tertolong Durian Monthong

18/4/2015 00:00
Nasib Petani Guram Tertolong Durian Monthong
(ILUSTRASI--ANTARA/Musyawir/)
"DULU petani cuma menanam jagung. Selama menunggu panen jagung, kita paling menanam tumpang sari, kacang-kacangan lah," tutur Suryanto, 56, seorang petani dari Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kemarin.

Hidup susah seakan menjadi nasib tidak berujung bagi warga di daerah yang kering dan susah air itu. Jalan pintas pun banyak diambil anak cucu mereka dengan memilih hijrah ke kota.

Meski sekadar menjadi buruh serabutan, itu jadi pilihan mereka ketimbang mewarisi profesi sebagai petani guram.

"Hidup kami kini lebih baik. Durian monthong itu yang telah menolong," kata petani lainnya, Sugiharto.

Ya, hari itu merupakan momen bahagia bagi mereka. Itulah saat panen perdana buah durian berukur­an besar dengan bibit dari Thailand itu. 

"Tumpang sari, panennya cepat, tapi satu petak cuma dapat Rp3.000. Durian satu pohon bisa sekitar 17 buah, harganya Rp30 ribu-Rp35 ribu per kilo, per pohon bisa dapat Rp500 ribu," papar Sugiarto semringah.

Semua berawal di medio 2010, saat pemerintah Desa Karanganyar digandeng oleh Yayasan Obor Tani (YOT) untuk melaksanakan program sentra pemberdayaan petani yang digagas PT Pertamina (persero).

Itu merupakan program pemberdayaan petani tegalan supaya lebih produktif dengan menanam komo­ditas bernilai tambah.
Sebanyak 121 petani Karanganyar bergotong royong menggarap 20 ha, 16 ha milik petani dan 4 ha sisanya milik desa, untuk ditanami durian monthong.

"Ada 2.800 pohon, sekarang baru panen 280 pohon. Satu pohon rata-rata 20 buah, beratnya sekitar 3 kg. Kalau dijual ke Semarang sekilonya bisa Rp50 ribu," ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Nursatyo Argo di kesempatan serupa.  Pihaknya akan terus meningkatkan pemasaran produk tersebut dengan bantuan YOT.

Jadi, imbuhnya, dari satu pohon saja para petani mendapat penghasilan Rp3 juta.

"Satu keluarga itu tidak hanya punya satu pohon."

Pertamina, lanjutnya, berharap program itu bisa bergulir di desa-desa lainnya di seluruh Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan tiga tahapan program yang digulirkan dalam selama tiga tahun itu dibiayai dana tanggung jawab sosial (CSR) Pertamina sebesar Rp1,1 miliar.

"Pertamina membantu pemetaan lahan 2.800 petak, penanaman 2.800 pohon monthong, pemipaan irigasi, pembangunan wisma pelatih­an, pembangunan instalasi listrik waduk, serta pemeliharaan tanaman dan sarana produksi," katanya.

Di sana kini tersedia waduk mini seluas 9.500 m2 berkapasitas 10 ribu m3 yang dibangun Pemda Jawa Tengah. (Anastasia Arvirianty/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya