Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Nilai Investasi Semester Pertama Terdongkrak

Andhika Prasetyo
30/7/2019 15:10
Nilai Investasi Semester Pertama Terdongkrak
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong(Dok MI)

REALISASI penanaman modal baik dalam negeri maupun asing, selama periode semester pertama 2019 tercatat sebesar Rp395,6 triliun. Jumlah tersebut sudah menyentuh 49,9% dari target yang ditetapkan pemerintah sepanjang tahun ini yakni Rp792,3 triliun.

Secara rinci, angka investasi didominasi penanaman modal asing (PMA) dengan total Rp212,8 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp182,8 triliun.

Baca juga: Semester I 2019, Kredit Bank DKI Capai Rp29,5 Triliun

Capaian menyeluruh selama enam bulan pertama tahun ini juga lebih tinggi 9,4% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, mengungkapkan tahun ini tren pemulihan investasi tengah berlangsung. Sebagaimana diketahui, awan mendung menyertai kinerja investasi sepanjang 2018. Untuk pertama kalinya sejak 2014, target investasi yang ditetapkan tidak tercapai. Angka yang berhasil diraih kala itu hanya Rp721,3 triliun dari bidikan sebesar Rp765 triliun.

"Situasi tahun ini berbanding 180° dari apa yang terjadi di 2018," ujar Lembong di kantornya, Jakarta, Selasa (30/7).

Tren baik tahun ini terjadi karena para pelaku usaha sudah kebal terhadap ancaman perang dagang. Lembong mengatakan perusahaan-perusahaan multinasional sudah memiliki keyakinan bahwa perang dagang dapat dikelola, dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak lebih luas lagi.

Optimisme terhadap kondisi global pun didukung situasi politik di dalam negeri yang kian kondusif. Pemilu yang berlangsung aman dan damai dan ditutup dengan rekonsiliasi politik membuat investor semakin nyaman dengan kondisi di Tanah Air.

Baca juga: PUPR Anggarkan Rp2,4 Triliun Untuk Dukung Danau Toba

"Dalam 15 tahun terakhir, setiap tahun sebelum pemilu, nilai investasi memang selalu mengalami pelemahan. Tetapi setelah pemilu usai, angkanya tumbuh lagi. Siklus itu selalu terjadi termasuk saat ini," ucap Lembong.

Ia pun optimistis, hingga akhir tahun, nilai investasi yang akan tertanam di Indonesia akan semakin besar sehingga mampu mencapai target yang ditetapkan dan tumbuh dobel digit dari capaian tahun lalu. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya