Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Target Bauran Energi Diharapkan Optimal

Mediaindonesia.com
22/7/2019 18:41
Target Bauran Energi Diharapkan Optimal
Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu(MI/M Irfan)

TARGET bauran energi diharapkan optimal sampai 2025. Setidaknya ada empat komposisi bauran energi yang sedang diusahakan, yaitu batu bara, energi baru terbarukan (EBT), gas, dan BBM. Target capaian energi ini sesuai amanat Pasal 9 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Demikian disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu saat memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi VII DPR RI dengan otoritas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PT PLN di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Senin (22/7).

Persentase bauran energi itu meliputi batu bara 54,6%, EBT 23,0%, gas 22,0%, dan BBM 0,4%. Target bauran energi itu merupakan bagian dari rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).

Baca juga: Anggota DPR Minta KPI Soroti Jam Tayang Infotainment

Dan untuk melihat peningkatan bauran energi ini, Komisi VII DPR RI berkepentingan melihat secara langsung PLTU di Pangkalan Susu, Langkat, yang mengeksplorasi energi uap sebagai bagian dari EBT.

"Saat ini PT PLN sedang menyelesaikan pembangunan PLTU Pangkalan Susu uni 3 dan 4 yang berkapasitas 2 x 200 Megawatt. Kondisi listrik yang defisit bertahun-tahun di Sumatra bagian utara menjadi dasar pembangunan pembangkit tersebut dengan penandatanganan kontrak pembangunan 2013," ungkap Gus Irawan.

Bahkan, lanjut politisi Partai Gerindra itu, targetnya 23% Sumut mampu menyumbang energi listrik nasional. Sebelumnya, Sumut selalu mengalami defisit listrik yang mengakibatkan adanya pemadaman listrik bergilir. Dengan eksistensi PLTU di Pangkalan Susu ini diharapkan mampu membantu elektrifikasi di Sumatra.

Saat ini PLTU Pangkalan Susu menempati 105 hektare dan sudah menggunakan energi gas untuk operasionalnya. (RO/X-15)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya