Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR PT Ashmore Asset Management Indonesia (Ashmore), Arief Cahyadi Wana, menuturkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk menarik investasi asing atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia. Salah satunya, adalah dengan memperbaiki Undang-Undang Tenaga Kerja atau labour law yang dinilainya kurang kompetitif.
"Kalau kita lihat regulasi-regulasi tentang tenaga kerja ini di Indonesia mungkin salah satu yang kurang kompetitif dibandingkan negara lain. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang sangat besar bagi pemerintah bagaimana kita bisa membuat FDI itu akan masuk," tutur Arief dalam acara Bank OCBC NISP Coffee Morning Talk, Senin (15/7).
Baca juga: Gaslink Salurkan Kebutuhan Gas Bumi untuk Resto di Lampung
Dia menuturkan, kebijakan terkait tenaga kerja bukanlah masalah baru bagi Indonesia untuk menarik investor ke dalam negeri. Oleh karena itu Arief menyarankan pemerintah untuk melakukan studi banding dengan negara lain agar dapat membuat kebijakan yang lebih kompetitif.
"Pemerintah bisa melakukan studi banding dengan negara lain. Intinya bagaimana membuat FDI nyaman dan kompetitif untuk berinvestasi di Indonesia, kenapa FDI banyak masuk ke negara-negara seperti Vietnam," terangnya.
Selain labour law, kebijakan terkait pajak juga disebut Arief sebagai salah satu faktor penghambat masuknya investasi asing ke Indonesia. Menurut dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan dan lembaga keuangan terkait perlu menyelaraskan pajak yang bersifat pasar uang guna mempermudah FDI yang ingin berinvestasi di Indonesia.
"(Dibutuhkan) keselarasan dalam segi pajak, ada beberapa juga kita menghadapi investor asing terhambat karena unsur pajak, kalau mereka melewati fund yang di luar negeri pajaknya jauh lebih kompetitif," ujarnya.
Dia meyakini, dengan mendorong FDI masuk ke Indonesia dapat memperbaiki current account devisit (CAD) dalam negeri.
"Nah, dengan FDI itu masuk, saya rasa CAD yang kita alami ini bisa difinance oleh uang masuk yang lebih sustainable dan jauh lebih long term," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved