Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pemerintah lebih baik menahan rencana pemangkasan subsidi solar dan listrik pada 2020. Pasalnya, pemangkasan tersebut akan berdampak pada kenaikan tingkat inflasi.
"(Pemerintah) Menahan (pemangkasan) subsidi. Jangan diturunkan karena dampak ke inflasi dan tekanan daya beli cukup cepat jika subsidi energi dipangkas," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (29/6).
Kalau pemangkasan subsidi di atas Rp1.000 per liter dilakukan, contoh Bhima, itu bisa menaikkan inflasi di atas 4%.
Hal itu sebagaimana yang terjadi pada 2008 kala harga BBM jenis premium naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500. Inflasi kemudian meningkat dari 6,59% (2007) menjadi 11,06% (2008).
Kalaupun pemerintah tetap akan memangkas subsidi energi, jelas Bhima, langkah tersebut bisa saja diambil sembari mengantisipasinya.
Baca juga: PGN dan DPP REI Teken Kerja sama Pemanfaatan Gas Bumi
Hanya saja, kata dia, itu tetap ada konsekuensinya. Pertama, jika pemangkasan subsidi energi dilakukan, pemerintah bisa menambah penyertaan modal negara kepada PLN dan Pertamina. Dampaknya, itu kemudian akan memberatkan APBN.
Kedua, jika subsidi energi dipangkas, pemerintah bisa meminta PLN dan Pertamina misalnya untuk melakukan relokasi biaya. Hanya saja, langkah tersebut akan lebih menekan kondisi keuangan PLN dan Pertamina.
"Entah dengan utang atau cara memangkas beban operasional lain. Jadi ada relokasi biaya," tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM mengusulkan penurunan subsidi listrik pada 2020. Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, ESDM mengusulkan subsidi listrik pada 2020 sebesar Rp58,62 triliun. Usulan tersebut lebih rendah dari pagu anggaran tahun ini sebesar Rp 59,32 triliun.
Sementara itu, dalam rapat kerja tersebut telah disepakati bahwa usulan batas maksimal untuk subsidi solar turun Rp500 per liter, dari Rp2.000 per liter menjadi Rp1.500 per liter. Itu dilakukan agar alokasi anggaran tersebut bisa dialokasikan untuk menambah subsidi LPG. (OL-2)
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesuaikan postur anggaran Transfer ke Daerah (TKD) seringkali dicap sebagai keputusan pragmatis belaka.
Pemprov DKI hanya menyesuaikan penganggaran untuk pelaksanaan program selama 10 bulan pertama tahun anggaran.
Pemprov DKI perlu memperhatikan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
ASUMSI makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang optimistis berisiko kembali mengulang deviasi antara target dan realisasi alias meleset.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved