Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan tol layang (elevated) Jakarta Cikampek (Japek) II belum bisa digunakan pada musim mudik Idul Fitri tahun ini.
Padahal, sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan penggunaan Tol Layang Jakarta-Cikampek II menjadi salah satu strategi untuk mengantisipasi padatnya arus mudik.
"Untuk mudik, Japek elevated enggak dipakai," ujar Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/4).
Desi tidak menjelaskan alasan tidak menggunakan tol layang. Tapi, dia memastikan kondisi mudik bakal aman dengan hadirnya Tol Trans Jawa.
Langkah mencegah kemacetan di gerbang tol juga sudah dilakukan dengan pemantauan yang dilakukan sejak tiga bulan lalu.
Baca juga: Holding Optimalkan Industri Penerbangan
"Trans Jawa sudah tersambung, bahkan sudah sampai Probolinggo. Kemudian kita periksa semua gerbang-gerbangnya, kan cuma sedikit, yakni di Kali Kangkung, Banyu Manik, Warung Gunung, Gampanan, sampai ujung nanti Probolinggo. Semua gerbang itu kita periksa kapasitasnya bagaimana nih terkait kemarin traffic. Terus kita lakukan review, jadi insyaallah di gerbang tidak terjadi kemacetan antrean panjang," terangnya.
Lebih lanjut, upaya mengatasi kepadatan di musim mudik juga dilakukan dengan memindahkan gerbang tol Cikarang Utama (Cikarut) ke Cikampek.
Desi bilang, hal itu dilakukan lantaran Cikarut sudah tidak bisa lagi menampung kemacetan. Apalagi, commuterline kini sudah menjangkau Karawang sehingga kawasan tersebut semakin padat.
"Jadi memang sudah enggak layak sehingga kita pindah. Itu yang kita yakini Jakarta-Cikampek Insyaallah aman. Karena di Cikampek traffic-nya sudah pecah, ada ke selatan, ada ke timur, jadi jauh lebih ringan. Kalau di Cikarut semua deras dari Jakarta keluar ke situ," pungkasnya.
Pembangunan gerbang tol pindahan ini, progresnya disebut sudah mencapai 50% sehingga sebelum mudik nanti sudah bisa digunakan. (Medcom/OL-2)
Emosi yang tidak stabil saat macet sering kali memicu pengemudi bertindak agresif, seperti bermanuver zigzag atau menyalip melalui bahu jalan.
Kendaraan yang bergerak menuju wilayah timur Trans Jawa masih terlihat cukup tinggi yakni sebanyak 40.904 kendaraan.
INDONESIA Investment Authority (INA) berkomitmen bukan hanya sebagai penyedia modal, melainkan juga sebagai agen perubahan tata kelola dan operasional di proyek-proyek strategis.
Pembukaan fungsional ruas tol Sibanceh Seksi 1 ini diharapkan menjadi jalur vital untuk distribusi bantuan kemanusiaan dan mempercepat waktu tempuh kendaraan tanggap darurat.
Ia menjelaskan, saat ini belum terdapat jalur alternatif arteri karena kawasan sekitar masih tergenang.
Pembangunan Tol Layang Cikunir-Karawaci senilai Rp37 triliun diharapkan membuka ribuan lapangan kerja dan meningkatkan konektivitas Jabodetabek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved