Holding Optimalkan Industri Penerbangan

Penulis: (E-3) Pada: Selasa, 16 Apr 2019, 03:15 WIB Ekonomi
Holding Optimalkan Industri Penerbangan

ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Menteri BUMN Rini Soemarno

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan pemerintah ingin membuat industri penerbangan Indonesia layaknya industri penerbangan di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA). Karena itu, Kementerian BUMN be­ren­cana membentuk holding penerbangan atau perhubungan udara.

“Dua negara itu (Qatar dan UEA) menggabungkan perusahaan maskapai penerbangan dengan perusahaan pengelola bandara. Di Doha (Qatar) bandaranya dengan pe­nerbangannya Qatar Airways. Di Dubai (UEA) juga Dubai Airport sama dengan Emirates,” kata Rini di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, seperti dikutip dari Medcom, Senin (15/4).

Rini menjelaskan alasan pembentukan holding penerbangan juga karena kondi­si geografis Indonesia ialah negara kepulauan. Transportasi udara dinilai sebagai transportasi utama untuk menghubungkan gugusan pulau di Indonesia. “Negara ini adalah negara kepulauan, artinya dibutuhkan banyak transportasi udara,” ujar dia.

Di sisi lain, menurutnya, untuk mengop­timalkan industri transportasi udara juga perlu sinergi kuat antara maskapai penerbangan dan pengelola bandara.

Rini pun berharap holding penerbangan akan membuat perusahaan lebih besar sehingga kebutuhan keuangan serta investasi untuk konektivitas akan lebih mudah diperoleh. “Karena itu, yang kita pelajari adalah neraca perusahaan ini, holding dibentuk tidak terlepas untuk melihat sehingga neracanya lebih besar sehingga ki­ta bisa melakuakan investasi yang lebih banyak,” pungkas Rini.

Sebagai informasi, Kementerian BUMN tengah merancang pembentukan holding baru yakni holding penerbangan. Pembentukan holding tersebut diharapkan bi­sa menjadi solusi dalam menyelesaikan tantangan di industri penerbangan di Indonesia.

Kementerian BUMN berencana menjadikan PT Survai Udara Penas (persero) sebagai induk holding. Adapun anggota holding terdiri atas PT Angkasa Pura I (persero), PT Angkasa Pura II (persero), dan PT Garuda Indonesia (persero). (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More