Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGIRIMAN terakhir produk paspor untuk Sri Lanka telah dilaksanakan Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) bertempat di Gedung Percetakan Kertas Berharga Non Uang, Karawang, Selasa (9/4). 500 ribu buku paspor dikapalkan Peruri kali ini sekaligus menggenapkan pengiriman tahap pertama dengan jumlah yang sama pada akhir 2018.
Prosesi pengiriman ini disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno, Menteri Dalam Negeri Sri Lanka Hon. J. C. Alawathuwala, serta Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya.
Baca juga: Jawa Tengah bakal Jadi Tujuan Utama Pemudik Jabodetabek
Kerja sama Peruri dan Pemerintah Sri Lanka dalam pemenuhan kebutuhan dokumen imigrasi ini sudah terjalin sejak 2003. Hingga saat ini, total 8 juta buku paspor telah diimpor Peruri ke Sri Lanka dengan nilai 15 juta dolar AS.
"Saya bersyukur produksi paspor Sri Lanka pesanan tahun 2018 telah selesai. Dalam proses pembuatannya, Peruri telah menggunakan 50% material dalam negeri seperti tinta dan kertas sekuriti," kata Dwina.
Di sisi lain, Rini mendorong agar ekspansi Peruri makin luas. Terlebih sejak 2017, Peruri telah sanggup memproduksi e-Paspor. Sri Lanka kembali menjadi pasar potensial karena sudah mengungkapkan rencana untuk mendigitalisasi paspor mereka.
"Menterinya (Mendagri Sri Lanka) datang ke sini, mereka berencana akan menerapkan e-Paspor jadi saat ini melakukan penjajakan dan ingin lihat kalau pindah e-Paspor bagaimana. Tentunya kita dorong terus karena Peruri dipercaya untuk mencetak dokumen penting dari negara lain," kata Rini saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Karawang.
Baca juga: Harga Bahan Pangan di Jawa Barat Terkendali
Selain paspor, Rini juga mendorong Peruri dapat mengembangkan pasar internasional untuk dokumen sekuritas maupun bank notes.
"Peruri diharapkan ke depan semakin banyak lagi memasarkan dokumen sekuritas maupun bank notes. Untuk bank notes, targetnya beberapa negara di Afrika," pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved