Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mempertahankan status Kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi nasional. Jika selama ini produksi beras dari Indramayu mencapai 1,8-1,9 juta ton per tahun, maka Jokowi optimistis angka 2 juta ton setiap tahunnya akan tercapai.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat melakukan kampanye terbuka di Sport Center, Indramayu, Jawa Tengah, Jumat (5/4).
Baca juga: Relawan 01 Sukarela Beri Dukungan Lewat Konser Putih Bersatu
Didampingi ibu negara, Iriana Joko Widodo, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, capres nomor urut 01 itu menyatakan akan membangun Waduk Cipanas dan Waduk Sadawarna untuk mendukung Waduk Jatigede yang sudah lebih dahulu beroperasi dan mampu mengairi 62 juta hektar sawah.
"Setelah dibangun Waduk Jatigede di Sumedang, berikutnya Waduk Cipanas untuk mengairi pertanian Indramayu bagian tengah. Lalu di bagian barat juga dibangun Waduk Sadawarna untuk mengairi lahan tadah hujan. Pokoknya, Indramayu harus tetap menjadi lumbung pangan Indonesia," ujar Jokowi dihadapan pendukung yang tiada henti mengelu-elukan dirinya.
Menurut rencana, Waduk Cipanas dan Karet Kali Perawan di Kabupaten Indramayu memiliki multifungsi. Selain bisa mengendalikan banjir, juga menyediakan air bersih, serta mampu mengairi 11.700 hektare sawah. Sementara, Waduk Sadawarna yang merupakan tadah hujan bisa menjadi sarana irigasi untuk 9.423 hektare di Kabupaten Indramayu dan Sumedang, sekaligus sumber air baku bagi warga sekitar.
Baca juga: Kampanye di Cirebon, Jokowi Serukan Kemenangan Jawa Barat
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi tak henti-hentinya menyampaikan program tiga kartu yang berfungsi untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi warga Indramayu. Kartu Sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok ibu-ibu bagi keluarganya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Kuliah meningkatkan kualitas pendidikan kalangan pelajar hingga bisa melanjutkan ke bangku kuliah, serta Kartu Pra-Kerja yang mampu menambah skill bagi generasi muda angkatan kerja baru.
Berdasarkan data terakhir, KIP Kab. Indramayu sudah diterima oleh 164.521 siswa, dengan nilai Rp86.847.725.000. Lalu untuk membangun desa-desa, Kabupaten Indramayu sejak 2015 sudah menerima aliran dana desa sebesar Rp884 miliar yang digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki saluran irigasi, dan pemberdayaan ekonomi desa. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved