Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Serikat Petani Indonesia Henry Saragih mengatakan visi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) salah satunya adalah menciptakan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas petani di Indonesia. Hal itu, kata dia, dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur yang tidak melulu jalan tol, tapi juga pembangunan embung, akses jalan di desa, hingga pembuatan bendungan.
Baca juga: TKN: Pemerintah Jokowi Berhasil Jaga Stabilisasi Harga
"Hal ini merupakan bukti penguatan di sektor pertanian demi mewujudkan swasembada pangan di Indonesia," kata Henry dalam keterangan resminya yang diterima Media Indonesia, Jumat (5/4).
Demikian disampaikan Henry dalam acara bertajuk Regional Conference on Strengthening Southeast Asia’s Food Security, Nutrition, and Farmers’ Welfare through the UN Decade of Family Farming di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (4/4). Oleh karena itu, dia menilai, wajar jika dunia internasional memuji capaian pemerintah di bidang pertanian.
Asisten Direktur Jenderal FAO Kundhavi Kadiresan mengapresiasi langkah pemerintah atas kesiapan dalam mengatasi kerawanan pangan dan kekurangan gizi di Asia Tenggara. Bahkan, apresiasi pun diberikan terhadap berbagai program dan capaian pembangunan dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Henry justru mengkritik pihak yang sesumbar tidak mau impor namun tidak memiliki konsep mewujudkan ketahanan pangan dan seperti masih hidup di era Orde Baru.
"Kalau visi Presiden Jokowi jelas yakni menciptakan ketahanan pangan. Selain memberikan bantuan pupuk, bibit hingga traktor, sektor penting yang ditingkatkan adalah ketersediaan air bagi pertanian di Indonesia," tegasnya.
Selain itu, kata. dia, pembuatan embung dan bendungan merupakan antisipasi pemerintah atas musim kemarau dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. Selain irigrasi, sektor distribusi petani pun diberbaiki dengan penguatan BUMdes, penjualan online, dan akses jalan yang memberikan kemudahan distribusi petani untuk memasarkan hasil produksinya.
Baca juga: Bulog Gagal Serap Gabah Saat Harga Merosot Tajam
Hal ini terbukti pemerintahan Jokowi akhirnya berhasil menurunkan angka impor Indonesia dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
"Kami cenderung mengkritik pihak yang ingin tidak impor apalagi ingin menciptakan swasembada pangan secara instan, tanpa proses dan justru terlihat meragukan tanpa adanya konsep yang jelas dalam membangun sektor pertanian di Indonesia," tegas Henry. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved