Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mendorong modernisasi industri pertanian Indonesia agar bisa menjaga kualitas dan memenuhi kebutuhan nasional dengan cepat dan mampu bersaing secara global.
"Sekarang zaman modern, dari zaman kecil saya di desa kalau habis panen pasti di-jereng (jemur) di pelataran, ini harus diubah, penggilingan harus memiliki dryer (pengering)," kata Presiden Jokowi saat silaturahim dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan pengusaha Beras (Perpadi) di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4).
Untuk itu, Kepala Negara menawarkan menjembatani Perpadi dengan pihak bank guna mencarikan jalan keluar bagi modernisasi industri pertanian nasional.
"Ini kan kita sudah berpuluh-puluh tahun yang namanya menjemur padi di jalan, di pelataran berpuluh-puluh tahun. Masa kita nggak ingin berubah sih," katanya.
Untuk itu, Presiden menjanjikan pertemuan antara Gapoktan, Perpadi, Bulog dan pihak bank di Istana Kepresidenan usai pemilu.
"Jadi nanti saya akan atur setelah 17 April untuk bertemu dengan bank agar ada pinjaman bank sehingga seluruh penggilingan padi ini memiliki dryer," katanya.
Baca juga: Ekspor CPO Merosot pada Februari
Menurut Jokowi, modernisasi ini penting, bukan hanya untuk urusan padi tapi urusan jagung yang juga bermasalah.
"Kualitasnya turun gara-gara hanya dijemur tidak masuk ke dryer. Ini sudah kita lalui bertahun-tahun masa kita teruskan," kata Jokowi.
Dengan modernisasi industri pertanian, dalam kondisi cuaca seperti apapun kualitas produk pertanian dapat dijaga.
Tidak hanya masalah pengeringan, Presiden juga berharap setiap penggilingan padi memiliki mesin pengemasan yang modern.
"Penggilingan padi sudah ada mesin kemasannya. Penting sekali sehingga keluar dari mesin itu sudah dalam bentuk kemasan-kemasan yang siap dijual atau dipakai sendiri," katanya.
Presiden menjelaskan kemasan yang baik membuat produk pertanian ini memiliki merek yang bisa mengangkat nama daerahnya.
"Jadi semuanya nanti ada tulisan di Sragen. Misalnya ada merek, diberi mereknya apa, dari kecamatan mana, mereknya apa, mereknya biar muncul, Sragennya muncul," jelasnya.
Presiden mengatakan, ke depan, Indonesia menghadapi perubahan dunia, perubahan global, yang sangat cepat.
"Kalau kita tidak mengikuti, mengubah diri dari yang pola-pola lama kita ke pola-pola baru kita akan ditinggal negara lain," pungkas Jokowi. (OL-2)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved