Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Tarik Investasi Asing Langsung Butuh Reformasi Struktural

Nur Aivanni
16/3/2019 16:50
Tarik Investasi Asing Langsung Butuh Reformasi Struktural
(Peneliti nstitute for Development of Economies and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara -- MI/Permana)

PENELITI  Institute for Development of Economies and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan pemerintah masih butuh melakukan reformasi struktural untuk menarik investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI). Hal ini menurutnya perlu dengan adanya penegasan dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, bahwa Indonesia berada pada level BBB/outlook stabil (investment grade) pada Kamis (14/3).

"(Peringkat tersebut) Mungkin (berpengaruh untuk) investasi portfolio-nya meningkat. Itu terlihat dari IHSG naik 1.22% sepekan terakhir. Tapi untuk (menarik) FDI tidak cukup credit rating stabil, butuh reformasi struktural," kata Bhima kepada Media Indonesia, Sabtu (16/3).

Baca juga: Produk Organik Indonesia Catat Transaksi US$7,9 Juta di AS

Reformasi yang perlu dilakukan oleh pemerintah, kata Bhima, adalah reformasi perizinan, khususnya integrasi Online Single Submission (OSS) dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di daerah. Kemudian, evaluasi efektivitas insentif fiskal ke investasi sektor manufaktur.

"Ketiga, revitalisasi kawasan industri, khususnya di luar Jawa dengan partisipasi pemda. Keempat, percepatan infrastruktur industri, salah satunya jalan, pelabuhan dan pembangkit listrik," tambahnya.

Sebagai informasi, lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings (Fitch), kembali mengafirmasi peringkat sovereign credit rating Indonesia pada level BBB/outlook stabil (investment grade) pada Kamis (14/3). Pada 2 September 2018, lembaga tersebut telah menempatkan peringkat Indonesia pada level yang sama.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut positif peringkat tersebut. Pasalnya, Indonesia bisa mempertahankan posisinya di tengah ketidakpastian global selama ini dibandingkan negara lainnya yang sulit untuk mempertahankan levelnya tetap stabil. "Kita sudah dalam posisi yang cukup baik," katanya di Jakarta, Jumat (15/3) malam.

Baca juga: Produk Alat Rumah Tangga Raup Transaksi US$1,8 Juta

Ia pun berharap peringkat tersebut akan memunculkan kepercayaan yang semakin besar dari para investor kepada Indonesia.

"Itu kemudian akan memicu apakah capital inflow maupun dari sisi reputasi kita untuk memperbaiki iklim investasi. Kita berharap growth di bidang investasi maupun growth secara umum akan tetap naik," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya