Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

2018, Antam Catat Penjualan Tertinggi Sepanjang Masa

Andhika Prasetyo
11/3/2019 11:35
2018, Antam Catat Penjualan Tertinggi Sepanjang Masa
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

PT Aneka Tambang (persero) Tbk (Antam) mengalami peningkatan kinerja penjualan yang sangat signifikan sepanjang 2018.

Pada tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp874,42 miliar, lebih tinggi 541% dari capaian tahun 2017 yang hanya Rp136,5 miliar

Direktur Antam Keuangan PT Antam Dimas Wikan Pramudhito mengungkapkan raihan laba bersih yang positif merupakan buah dari pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama yakni emas dan feronikel serta peningkatan efisiensi yang berujung pada stabilnya level biaya tunai operasi perusahaan.

Pada tahun lalu, korporasi dengan kode emiten ANTM itu mencatatkan penjualan bersih Rp25,24 triliun, naik 99% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp12,65 triliun.

Komoditas utama Antam yakni emas membukukan capaian penjualan 27.894 kilogram (kg) atau yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pada tahun sebelumnya, penjualan hanya 13.202 kg.

Dari segi nilai, komoditas itu menjadi komponen pembentuk pendapatan terbesar dengan kontribusi Rp16,59 triliun atau 66% dari total penjualan bersih perseroan.

"Nilai penjualan ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan," ujar Dimas di Jakarta, Senin (11/3).

 

Baca juga: Antam Bidik Penjualan Emas Naik 14% di 2019

 

Selanjutnya, kontributor penjualan terbesar kedua dipegang feronikel dengan nilai.Rp4,66 triliun atau 18% dari total penjulan bersih.

Ia mengungkapkan perseroan mencatatkan volume produksi 24.868 ton nikel, lebih besar 14% dari tahun sebelumnya. Dari total produksi, feronikel yang terjual sebesar 24.135 ton nikel atau tumbuh 10% dari 2017.

"Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27.000 ton nikel per tahun," jelasnya.

Komoditas bauksit turut memberikan kontribusi positif. Sepanjang 2018, pendapatan dari bijih bauksit tercatat sebesar Rp482 miliar, tumbuh 21% dari capaian di tahun sebelumnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya