Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PP Presisi membidik perolehan kontrak baru hingga Rp6 triliun pada tahun ini. Angka itu lebih tinggi dari hasil yang diraih perseroan sepanjang 2018 yakni Rp5 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, anak usaha PT PP itu telah menyiapkan tiga strategi bisnis.
"Pertama, kami akan mengikuti secara langsung proses tender proyek yang dilakukan baik oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun pemerintah," ujar Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso di Jakarta, Rabu (6/2).
Namun, perusahaan berkode emiten PPRE itu menetapkan batasan nilai proyek dalam mengikuti proses tender. Itu dilakukan untuk menghidari bentrokan dengan PT PP selaku induk usaha.
"Kami hanya akan mengikuti tender langsung untuk proyek-proyek bernilai di bawah Rp200 miliar. Untuk tender proyek dengan nilai di atas Rp200 miliar akan diikuti oleh PTPP," jelasnya.
Skema tersebut, lanjut Benny, sudah dijalankan sebelumnya yakni proses tender Angkasa Pura untuk proyek runway Bandara Minangkabau di Padang.
"Itu kami menangkan. Kami juga dapat proyek pengerjaan jalan di Jawa Timur untuk Kementrian PUPR."
Adapun, strategi kedua, imbuh Benny, adalah ikut mengoptimalkan pasar yang sudah dikuasai perusahaan induk.
Baca juga: Demi Holding Perumahan, PT PP Hilangkan Label Persero
Ia menggambarkan, jika induk PT PP memperoleh kontrak baru senilai Rp50 triliun, PPRE bisa ikut terlibat. Dengan porsi yang kecil saja, atau berkisar 5%, perseroan bisa mendulang kontrak Rp2,5 triliun
"Strategi terakhir, kami akan mendorong pengembangan melalui entitas anak yakni PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA). Mereka diarahkan menangani pekerjaan jasa di sektor pertambangan dengan menyasar pangsa pasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," lanjut Benny.
Selain itu, PPRE juga ingin tumbuh secara nonorganik melalui akuisisi perusahaan di bidang soil improvement dan fondasi. Aksi korporasi itu diharapkan dapat rampung pada semester pertama tahun ini.
Dengan mengambil alih kepemilikan saham tersebut, perseroan mengincar pekerjaan-pekerjaan geotech yang banyak dibutuhkan pada pembangunan bandara, pelabuhan dan pembangunan di atas lahan labil yang selama ini banyak dikerjakan oleh pemain-pemain asing.
Dari sisi laba bersih, Benny menyatakan target yang dicanangkan tahun ini mencapai Rp500 miliar, lebih tinggi 30% dari tahun sebelumnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved