Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
JAPAN External Trade Organization (JETRO) kembali mengeluarkan laporan tahunan yang merupakan hasil survei dari perusahaan-perusahaan Jepang yang berada di 20 negara atau wilayah.
Survei meliputi lima negara di Asia Timur, sembilan negara di Asia Tenggara, empat negara di Asia Barat, dan dua negara Oseania. Respon efektif dari perusahaan Jepang yang ada di Indonesia diperoleh dari 413 perusahaan, dengan rasio efektif 22%.
Dari hasil survei di Indonesia, terdapat beberapa data yang menarik dalam laporan tersebut seperti masalah infrastruktur yang kurang sejak 2009, namun masalah tersebut tidak muncul lagi di urutan 3 besar permasalahan investasi pada 2018.
"Laporan menyebutkan bahwa 80% responden menyatakan keuntungan dalam berinvestasi di Indonesia adalah skala pasar atau potensi pertumbuhan. Pada 2013 ada 73,2% responden menyebut infrastruktur yang tidak memadai sebagai risiko investasi, namun pada 2018 turun menjadi 52,5%. Hal itu dapat dilihat sebagai keberhasilan dari langkah kebijakan pemerintah," Kata Keishi Suzuki, President Director JETRO dalam keterangan resminya, Rabu (27/2).
Baca juga: Upah Buruh Tani di Januari Tergerus Inflasi
Hasil survei juga menunjukkan masalah tenaga kerja yang pada 2009 dianggap murah oleh 45,8% responden, sejak 2018 hanya 23,8% responden yang berpendapat demikian.
Survei JETRO juga menunjukkan sebanyak 65,5% perusahaan Jepang membukukan keuntungan pada 2018. Angka itu juga berbanding lurus dengan peningkatan rasio ekspor terhadap penjualan sebesar 24,2%.
Meski demikian, sebanyak 47% perusahaan yang disurvei menyebut adanya dampak negatif terhadap kenaikan biaya produksi dan jasa. Disamping itu, upah buruh di Indonesia masih dianggap tertinggi dibandingkan lima negara di Asia Tenggara lainnya yang berstatus negara berkembang.
"Masalah ketidakpastian kebijakan pemerintah daerah akan menjadi isu di masa mendatang. Karena sejak 2009 hingga 2018, responden mengatakan tidak ada perubahan yang signifikan," ujar Suzuki.
Di sisi lain, JETRO melihat masih adanya hambatan non-tarif yang terjadi di Indonesia. Dari sisi industri pendukung, JETRO juga menemukan belum adanya perbaikan dalam rasio pengadaan bahan baku dan komponen di dalam negeri.
Hal itu, lanjut Suzuki membuat perusahaan Jepang pun berupaya menahan investasinya di Indonesia dalam 1-2 tahun ke depan sambil menunggu dampak dari pembangunan infrastruktur yang kini giat digalakkan pemerintah Indonesia dan perbaikan regulasi pendukung investasi.
"Perusahaan Jepang yang berencana ekspansi dalam 1-2 tahun ke depan jumlahnya menurun sampai setengahnya. Penyebabnya adalah kenaikan upah buruh dan kenaikan biaya pengadaan. Semoga ke depan pemerintah dapat menangani isu tersebut," tutupnya. (RO/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved