Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mendorong kerja sama ASEAN dalam bidang akuntabilitas dan transparansi. Khususnya dalam menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi dan kemajuan informasi seperti hari ini.
Saat ini menurut Wapres, dunia sedang menghadapi berbagai situasi ketidakpastian, antara lain ketidakpastian dalam hal ekonomi yang disebabkan oleh konflik di berbagai negara. Kalla khawatir hal tersebut akan berdampak kepada negara negara ASEAN.
“Dunia menghadapi masalah ketidak pastian, salah satu ketidakpastian adalah dalam bidang ekonomi yang disebabkan adanya konflik dari berbagai negara yang menyebabkan negara-negara ASEAN terimbas hal ini," tutur Kalla saat pada Joint Seminar Laying Foundation for Future Cooperation in Promoting Accountability and Transparency in Southeast Asia, di Hotel Sheraton, Jakarta, Selasa (26/2).
Namun, terlepas dari hal tersebut Wapres mengapresiasi keberhasilan ASEAN dalam membina kebersamaan diantara anggotanya hingga saat ini serta membangun kerja sama di berbagai bidang.
Hal tersebut menurut Kalla sangat penting, mengingat kawasan ASEAN berpenduduk besar, dengan keragaman etnis dan bahasa namun dapat bersatu.
Baca juga : ASEAN Train Jadi Momentum untuk Promosi Kebudayaan Indonesia
“ASEAN salah satu organisasi regional yang berhasil mengedepankan kebersamaan dan kerja sama dalam banyak hal. ASEAN berpenduduk mencapai 650 juta jiwa, dengan berbagai etnis dan bahasa, namun dalam perbedaan itu kita bersatu," terangnya.
Selain seminar ini dapat mendorong peningkata tata kelola yang baik, Wapres juga mengharapkan para pihak di ASEAN dapat bekerja sama dan menjalin hubungan yang baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
“Seminar ini akan memberikan bahan perbandingan, lesson learned dari masing-masing negara, sehingga dapat membuat program yang baik. Pertemuan antara ASEAN, antara Parlemen dan antara Supreme Audit dari masing-masing negara, tentunya akan memberikan hasil yang bermanfaat bagi kita semua”, ungkap Wapres menutup sambutannya.
Acara Joint Seminar ini merupakan kolaborasi tiga lembaga yaitu ASEAN, ASEAN Supreme Audit Institutions (ASEANSAI) dan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA).
Inisiatif ini muncul atas kebutuhan untuk membangun hubungan yang lebih baik antara Badan Pemeriksa Keuangan, Pemerintah dan Parlemen di ASEAN. Kegiatan ini bertujuan mendorong tumbuhnya akuntabilitas dan transparansi serta kolaborasi antar lembaga.
Seminar dihadiri oleh lebih dari 100 pejabat senior dari ketiga lembaga serta perwakilan lembaga-lembaga ASEAN. (OL-8)
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
Pimpinan Komisi I DPR RI mengecam keras aksi bintang film dewasa asal Inggris, Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue, yang dinilai melecehkan bendera Merah Putih.
AYIMUN 19th di Bangkok mempertemukan ratusan generasi muda dari 35 negara untuk belajar diplomasi global melalui lima council internasional.
Yuddy Chrisnandi menyoroti lemahnya peran lembaga internasional seperti PBB, OECD, G20, dan IMF, yang kini menghadapi ujian eksistensi dan relevansi di tengah meningkatnya ketegangan global.
Rini Widyantini menyoroti transformasi birokrasi digital yang tengah dijalankan pemerintah, serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat tata kelola publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved