Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan pemerintah harus bisa menjaga derasnya aliran modal asing yang masuk tetap bertahan di dalam negeri. Hal itu disampaikannya saat menanggapi derasnya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia di awal tahun ini mencapai Rp45,9 triliun.
"Yang perlu dilakukan adalah menjaga agar modal asing yang sudah masuk tersebut tidak berbalik keluar," kata Piter kepada Media Indonesia, Minggu (24/2).
Ia menyampaikan ada dua faktor yang mempengaruhi aliran modal asing tersebut, yakni faktor eksternal dan domestik.
Faktor eksternal, dikatakan Piter, berada di luar kontrol otoritas kebijakan Indonesia. Sementara, faktor domestiklah yang masih berada di dalam kendali otoritas kebijakan.
"Misal, menjaga return investasi, dengan Bank Indonesia menjaga suku bunga acuan. Di sisi lain, pemerintah bisa menjaga persepsi positif investor dengan meningkatkan kinerja fiskal, menjaga pemilu yang damai dan lainnya," jelasnya.
Baca juga: Aliran Modal Asing Perlu Diarahkan untuk Ekspor
Derasnya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia, disampaikan Piter, itu karena aliran modal asing yang keluar pada tahun lalu kini kembali masuk ke dalam negeri.
"Mereka keluar dulu karena kenaikan suku bunga The Fed," katanya.
Saat ini, sambung Piter, The Fed tidak menaikkan suku bunga acuannya. Kondisi ekonomi di Amerika dan negara-negara maju lainnya pun tengah melambat. Sementara, Indonesia justru menunjukkan kinerja yang tetap bagus.
"Jadi mereka masuk kembali," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Bank Indonesia mencatat aliran portofolio inflow atau aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sejal awal tahun hingga 21 Februari 2019 mencapai Rp45,9 triliun. Angka tersebut tercatat lebih besar dibandingkan inflow 2018 yang totalnya sebesar Rp13,9 triliun.
Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan derasnya aliran modal asing tersebut menunjukkan imbal hasil yang diberikan menarik.
Hanya saja, kata dia, justru yang perlu didorong saat ini adalah masuknya foreign direct investment (FDI) atau investasi asing langsung.
Untuk mendorong FDI tersebut, Hariyadi mengatakan pemerintah harus bisa memastikan komitmen yang dijanjikan pemerintah kepada para investor dapat terimplementasi hingga proses akhir.
Ia mencontohkan terkait pemberian fasilitas tax holiday. Ia meminta kepada pemerintah agar pemberian insentif tersebut dapat terimplementasi dengan baik hingga proses akhir.
"Intinya dijaga iklim investasinya dengan komitmen yang sudah diberikan," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved