Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) terus membangun jembatan demi meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah di Tanah Air.
Tidak terkecuali di provinsi paling barat Indonesia yakni Aceh.
Pada tahun ini, Kementerian PU-Pera akan membangun sembilan unit jembatan gantung di Aceh. Sebanyak enam jembatan gantung yakni Geunie (42 meter) di Pidie Jaya, Alur Ngang (60 meter) di Gayo Lues, Blang Panu (120 meter) dan Keude Trumon (90 meter) di Aceh Selatan, Blang Brandeuh (90 meter) di Nagan Raya serta Siron (120 meter) di Aceh Besar akan dibangung dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Adapun, tiga jembatan lainnya yakni Seurendek-Tanoh Mirah (150 meter), Baro-Sipot (150 meter) dan Pulo Teungoh-Dusun Sengkadeh (30 meter) yang semua berlokasi di Aceh Barat akan didirikan dengan dana bersumber dari Otonomi Khusus Aceh.
Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan jembatan gantung sebagai salah satu infrastruktur kerakyatan akan memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa. Masyarakat yang sebelumnya harus memutar arah jauh karena dipisahkan kondisi geografis seperti lereng, bukit, jurang ataupun sungai kini hanya perlu menyeberang dengan aman dan nyaman.
“Hadirnya jembatan akan mempermudah dan memperpendek akses masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” ujar Basuki melalui keterangan resmi, Senin (11/2).
Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Jembatan Penghubung Jayapura-Wamena Putus
Pada 2018, di Aceh, pemerintah telah merampungkan pembangunan empat jembatan gantung.
Tiga jembatan gantung dibangun dengan dana APBN yakni Pante Kala (60 meter) di Aceh Barat Daya, Tanjong Dalam (72 meter) dan Gunung Setan (72 meter) di Aceh Utara. Untuk merealisasikan tiga jembatan tersebut pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,6 miliar.
Adapun, satu jembatan gantung lainnya yakni Sikundo (90 meter) di Aceh Barat dibangun dengan Dana Otsus Aceh sebesar Rp3,74 miliar.
"Dulu, sejak 1979, sebelum ada jembatan ini, warga desa biasa melintasi sungai dengan memanfaatkan titian kabel. Sekarang semua menjadi lebih aman," tutur Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh Achmad Subki.
Dalam kurun 2015-2018, Kementerian PU-Pera telah membangun sebanyak 164 jembatan gantung dengan total panjang 39.798 meter. Pada 2019, jembatan gantung baru yang akan dibangun sebanyak 166 unit yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. (OL-3)
Untuk membangun jembatan permanen yang representatif, diperlukan anggaran mencapai Rp80 miliar. Sementara itu, kemampuan APBD Kabupaten Lampung Timur hanya Rp18,99 miliar.
KODIM 0707/Wonosobo, Jawa Tengah, kembali melanjutkan programnya dengan merenovasi jembatan gantung di Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang.
Jembatan gantung yang dibangun untuk mempermudah akses transportasi, pendidikan serta perekonomian masyarakat.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Target pembangunan 43 jembatan gantung selesai akhir 2025.
Jembatan gantung Leuwi Sintok penghubung Desa Cimanggu dengan Karangmekar sudah diperbaiki. Meskipun perbaikan belum permanen, setidaknya jembatan bisa dilintasi.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, tembus Rp200 ribu per kilogram.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved