Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Realisasi Investasi tak Capai Target Disebabkan Faktor Eksternal

Fetry Wuryasti
31/1/2019 14:53
Realisasi Investasi tak Capai Target Disebabkan Faktor Eksternal
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menganggapi realisasi investasi yang tidak mencapai target sebagai akibat dari pengaruh berbagai sentimen di keseluruhan negara. Di dunia, kata Menkeu, juga menghadapi aliran modal keluar atau capital outflow.

Hal ini ada dampaknya terhadap investasi langsung dari asing, termasuk pada investasi jangka pendek. Sebab, para investor melakukan re-assesment terhadap kondisi perekonomian suatu negara sebelum menempatkan dana mereka.

Baca juga: Fleksibilitas Rupiah Tunjukkan Ketahanan Perekonomian Indonesia

"Pemerintah akan terus menggunakan instrumen kebijakan untuk mendorong investasi secara sehat. Kami lakukan di dalam APBN menggunakan tax policy, seperti tax allowance, tax holiday dan juga kemudahan baik dari ekspor dan impor barang di dalam rangka untuk menjaga momentum investasi. Kami juga berinvetasi untuk membangun infrastruktur, dan SDM,  untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia," ujar Sri Mulyani dalam DBS Asian Insight Conference 201i di Jakarta, Kamis (31/1).

Sebelumnya, realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2018 sebesar Rp392,7 triliun atau turun 8,8% dibandingkan 2017 yang mencapai Rp430,5 triliun. Anjloknya realisasi PMA tersebut menyebabkan pertumbuhan investasi sepanjang 2018 melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp324,8 triliun atau tumbuh 25,3% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp262,3 triliun. Meskipun demikian, PMA justru mengalami penurunan sebesar 8,8% atau sebesar Rp392,7 triliun.

Kondisi itu menyebabkan realisasi investasi sepanjang 2018 hanya mencapai Rp721,3 triliun atau tumbuh sebesar 4,1%. Padahal pada 2017, pertumbuhan investasi bisa mencapai 13,1%.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan penurunan PMA 2018 sejalan dengan perlambatan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) secara global. Berdasarkan data United Nation Conference on Trade Development, FDI secara global turun 20%.

Dia mengatakan, PMA sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satunya, adanya dampak perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.  

Baca juga: Kemenpar Bentuk Tim untuk Tanggapi Kebijakan Bagasi Berbayar

Turbulensi larinya modal asing ke luar Indonesia memang terjadi saat The Fed Agresif dengan kebijakan moneternya, disertai ketegangan perang dagang. Meskipun dalam dua bulan terakhir 2018 arus modal sudah mulai kembali masuk.

"Di dalam negeri momentum investasi masih cukup kuat kemarin. Pertumbuhan kredit di atas 11%, dan juga kemampuan dari sektor pasar modal maupun pasar obligasi untuk melakukan pendanaan dari belanja modal swasta juga masih bergerak cukup positif. Jadi kami akan menjaga momentum ini supaya tetap terjadi ditahun 2019, supaya lebih baik," tukas Sri Mulyani. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya