Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) menjamin akan menjaga kecukupan likuiditas agar pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai target 10%-12% (year on year/yoy) di tengah potensi pengetatan likuiditas yang masih membayangi pada 2019.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bank sentral akan terus mencermati pergerakkan likuiditas di pasar dan menjaga kecukupannya agar tidak terjadi perlombaan penghimpunan dana yang tidak kondusif.
“Terkait likuiditas, BI sejak November atau Desember 2018, kami terus melakukan lelang reverse repo. Kami juga beberapa kali pada Januari ini melakukan lelang ekspansi, namanya term repo. Di situlah instrumen BI melakukan,” ujar Mirza di Jakarta, kemarin, seperti dikutip dari Antara.
Adapun kondisi likuiditas di Tanah Air 2018 masih dibayangi tekanan jika melihat rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 93% di akhir 2018.
LDR mengindikasikan ketersediaan dana (likuiditas) bank untuk memenuhi penyaluran kreditnya. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (BI) No 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015 disebutkan batas bawah LDR sebesar 78%, sedangkan batas atasnya menjadi sebesar 92%.
Namun, menurut Mirza, LDR atau likuiditas akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa penyebabnya ialah pertumbuhan kredit yang membaik akan memancing aliran investasi masuk. Aliran investasi itu akan turut memicu kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sehingga melonggarkan likuiditas perbankan.Tahun ini, BI menargetkan DPK perbankan akan naik pada rentang 8%-10% (yoy) untuk membantu pertumbuhan kredit ke 10%-12% (yoy).
“Pemulihan pertumbuhan kredit itu memang nanti akan ada aliran modal masuk lanjut pertumbuhan deposit akan mulai meningkat lagi,” ujar dia.
Di tempat yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selain likuiditas rupiah, bank sentral juga memperdalam pasar keuangan untuk mencukupi kebutuhan likuiditas valas. “Kalau likuiditas valas, seperti biasa kita reguler swap (barter) valas dan lelang NDF domestik itu. Kami memberikan sinyal likuiditas valas juga cukup dan bisa dukung stabilitas nilai tukar rupiah.” (Try/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved