Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Likuiditas Cukup Topang Pertumbuhan Kredit

(Try/E-3)
18/1/2019 03:45
Likuiditas Cukup Topang Pertumbuhan Kredit
(MI/Susanto)

BANK Indonesia (BI) menjamin akan menjaga kecukupan likuiditas agar pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai target 10%-12% (year on year/yoy) di tengah potensi pe­ngetatan likuiditas yang masih mem­bayangi pada 2019.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bank sentral akan terus mencermati pergerakkan likuiditas di pasar dan menjaga kecukupannya agar tidak terjadi per­lombaan penghimpunan dana yang tidak kondusif.

“Terkait likuiditas, BI sejak November atau Desember 2018, kami terus melakukan lelang reverse repo. Kami juga beberapa kali pada Januari ini melakukan lelang ekspansi, namanya term repo. Di situlah instrumen BI melakukan,” ujar Mirza di Jakarta, kemarin, seperti dikutip dari Antara.

Adapun kondisi likuiditas di Tanah Air 2018 masih dibayangi tekanan ji­ka melihat rasio kredit terhadap pen­da­na­an (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 93% di akhir 2018.

LDR mengindikasikan ketersedia­an dana (likuiditas) bank untuk me­menuhi penyaluran kreditnya. Ber­dasarkan Peraturan Bank Indone­sia (BI) No 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015 disebutkan batas bawah LDR sebesar 78%, sedangkan batas atasnya menjadi sebesar 92%.

Namun, menurut Mirza, LDR atau likuiditas akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa pe­nyebabnya ialah pertumbuhan kredit yang membaik akan meman­cing aliran investasi masuk. Aliran investasi itu akan turut memicu kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sehingga melonggarkan likuiditas perbankan.Tahun ini, BI menargetkan DPK perbankan akan naik pada rentang 8%-10% (yoy) untuk membantu pertumbuhan kredit ke 10%-12% (yoy).

“Pemulihan pertumbuhan kredit itu memang nanti akan ada aliran modal masuk lanjut pertumbuhan deposit akan mu­lai meningkat lagi,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selain li­kuiditas rupiah, bank sentral juga memperdalam pasar keuangan untuk mencukupi kebutuhan likuiditas valas. “Kalau likuiditas valas, seperti biasa kita reguler swap (barter) valas dan lelang NDF domestik itu. Kami memberikan sinyal likuiditas valas juga cukup dan bisa dukung stabilitas nilai tukar rupiah.” (Try/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik