Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina akan membangun pipa minyak baru sebagai bagian dari proses transisi alih kelola Blok Rokan, lapangan minyak dan gas (migas) raksasa di Provinsi Riau, yang sebelumnya dioperasikan perusahaan Amerika Serikat Chevron Pacific Indonesia (CPI).
“Pembangunan pipa baru sebagai pengganti pipa lama Chevron ini ialah salah satu kerangka kerja yang disepakati dalam kick-off meeting (pertemuan perdana) transisi Blok Rokan antara Pertamina, Chevron, dan SKK Migas,” kata Direktur Hulu PT Pertamina (persero) Dharmawan Samsu saat media workshop di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan pembangunan pipa minyak dilakukan dengan skema hilir di dua jalur sebagai pengganti pipa lama. Jalur pipa pertama mencakup Minas-Duri-Dumai dan jalur kedua ialah Balam-Bangko-Dumai.
Menurut dia, pipa yang ada saat ini sudah tua karena telah beroperasi sejak awal Chevron mengelola Blok Rokan 40 tahun lalu. Jika tidak diganti baru, akan berisiko sering terjadi kebocoran.
Dharmawan mengatakan pembangunan pipa akan segera dilaksanakan, tanpa menunggu jadwal pengalihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina pada 2021. Proses tendernya akan dilakukan tahun ini.
“Jalurnya ada yang berdampingan dan ada yang baru. Mengenai panjang jalur pipanya belum bisa disampaikan sekarang,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Program lain dalam masa transisi Blok Rokan tahun ini ialah kegiatan pengeboran sumur minyak dengan skema yang memungkinkan partisipasi Pertamina.
Menurut Dharmawan, untuk jumlah sumur yang dibor dan nilai investasi yang akan dikeluarkan pada tahun ini belum bisa disebutkan karena kedua perusahaan masih membahasnya.
“Tim Pertamina masih melakukan optimalisasi karena secara legal masih dikelola Chevron. Namun, kami berupaya bisa dilakukan secepatnya,” tambahnya
Ia menambahkan dalam masa transisi juga dilakukan transfer pengetahuan pengelolaan Blok Rokan dari pihak CPI ke Pertamina.
Produksi perdana
Sebelumnya, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati menyatakan Pertamina melaksanakan produksi perdana minyak mentah (crude oil) bagian PT CPI di Blok Rokan, yang akan diolah di kilang minyak dalam negeri milik Pertamina.
Selama ini, minyak mentah bagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) seperti PT CPI sebagian besar diekspor, sedangkan Pertamina harus mengimpor minyak mentah dan kondensat sekitar 342.000 barel per hari.
Dengan terbitnya Permen ESDM No 42/2018, minyak mentah bagian KKKS diprioritaskan dijual ke Pertamina dan diolah di kilang minyak dalam negeri.
Pada tahap awal, periode Januari hingga Juni 2019, estimasi volumenya diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per bulan.
Nicke menjelaskan Pertamina akan mengupayakan menyerap semaksimal mungkin minyak mentah bagian KKKS untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri sehingga dapat mengurangi impor minyak mentah.
Pemerintah menetapkan PT Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan di Riau mulai 9 Agustus 2021. Kementerian ESDM mencatat produksi minyak Blok Rokan mencapai 207.000 barel per hari atau setara 26% produksi minyak nasional.
Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer itu memiliki 96 lapangan, dengan tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas, dan Bekasap. Sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved