Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN ini pemerintah berencana menuntaskan pembentukan sejumlah holding badan usaha milik negara (BUMN), di antaranya di bidang infrastruktur dan perumahan.
Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan semua holding BUMN yang belum rampung di 2018 harus diselesaikan di kuartal I atau akhir Maret 2019.
Menteri Rini ingin holding itu menjadi kado bagi HUT ke-21 Kementerian BUMN yang jatuh pada April tahun ini.
Rini mengungkapkan, selain infrastruktur dan perumahan yang seharusnya selesai tahun lalu, ada enam holding BUMN baru lainnya yang akan terbentuk tahun ini, yakni keuangan, asuransi, farmasi, pelabuhan, semen, dan pertahanan.
Menurut dia, tujuan pembentukan holding agar pembinaan dan pengawasan BUMN menjadi lebih terukur dan prudent. Selain itu, pembentukan holding juga agar BUMN lincah dan mampu bersaing di kancah internasional.
“Dengan membentuk holding, size atau neraca keuangan perusahaan menjadi lebih besar dan bisa bersaing dengan perusahaan besar lainnya,” ujar Rini, kemarin.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo menjelaskan, untuk holding keuangan akan dipimpin PT Danareksa. Adapun anggotanya terdiri atas empat bank, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BTN, ditambah antara lain Pegadaian, Bahana, dan Permodalan Nasional Madani (PNM).
Gatot meyakini bersatunya bank besar milik BUMN itu akan mengurangi risiko secara sistemik. Adapun para anak usaha perbankan yang belum menjadi badan usaha, menurut Gatot, tidak perlu lepas dari induknya. “Untuk holding bank BUMN syariah nanti diatur lagi. Tapi sudah ada roadmap-nya. Untuk holding keuangan akan selesai di semester 1 tahun ini,” tukas Gatot. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved