Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DAIHATSU menargetkan penjualan mobil low multi-purpose vehicle (MPV) legendaris, Xenia, sekitar 3.000 unit per bulan pada tahun ini. Porsi terbesar akan diperoleh dari varian 1.300 cc, sedangkan varian terbaru 1.500 cc diproyeksikan menyumbang 10% dari total penjualan.
“Itu target selama periode launching. Nantinya kami monitor dan observasi lagi. Untuk varian baru (Grand New Xenia) 1.500 cc sekitar 10% dari total penjualan karena masih perdana. Setelah itu akan bertambah atau tetap, kita akan putuskan dari hasil evaluasi,” kata Deputy Chief Executive PT Astra International Tbl-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto di sela-sela peluncuran Grand New Xenia, di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Banten, Selasa (15/1).
Hadir pula, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Tetsuo Miura, Direktur Marketing PT ADM Amelia Tjandra, serta Marketing and CR Division Head PT AI-DSO Operation Hendrayadi Lastiyoso.
Pada kesempatan itu, saudara kembar Daihatsu Xenia, yakni Toyota Avanza, juga diluncurkan. Xenia dan Avanza sama-sama diproduksi pada pabrik Astra Daihatsu Motor di Karawang, Jawa Barat.
Menurut Supranoto, berdasarkan pengalaman, setiap Daihatsu meluncurkan model terbaru, selalu ada peningkatan penjualan. “Kami pun berharap peningkatan penjualan pada Xenia baru ini.”
Ia menjelaskan suatu model untuk bisa jadi kontributor utama dalam penjualan dipengaruhi banyak hal seperti tren pasar, daya beli konsumen, dan perubahan model. Kini, perubahan Xenia belum full model change sehingga pihaknya harus memantau dulu respons pasar setelah peluncuran.
Berdasarkan data penjualan ritel, sepanjang 2018, penjualan Xenia rata-rata sekitar 2.500 per bulan. Pada 2018, dari penjualan ritel Daihatsu sebanyak 200.178 unit, Sigra menempati posisi teratas dengan penjualan 50.682 unit atau berkontribusi 25,3%.
Posisi kedua dipegang Gran Max Pick Up yang terjual 42.250 unit dengan kontribusi 21,1%, dan tempat ketiga diisi Xenia dengan penjualan 30.418 unit atau berkontribusi 15,19%.
Supranoto pun menampik anggapan bahwa Xenia baru bertujuan membendung penetrasi produk kompetitor yang berusaha mendominasi pasar low MPV.
“Kehadiran Xenia baru ini bukanlah untuk menekan penjualan brand lainnya yang baru hadir pada segmen ini, tetapi lebih kepada pemenuhan kebutuhan pada segmen Xenia sendiri,” tutur Supranoto.
Tetsuo Miura mengaku bangga Xenia bisa diterima baik oleh masyarakat Indonesia selama 15 tahun. Ia pun berharap Grand New Xenia dapat menjadi MPV terbaik pilihan keluarga dan masyarakat Indonesia.
Lebih bertenaga
Hendrayadi menambahkan, Grand New Xenia yang memiliki varian baru dengan mesin 1.500 cc dan berteknologi dual VVT-i dijual dengan harga terendah Rp183,35 juta hingga tertinggi Rp228,95 juta. Harga itu sama dengan harga model sebelumnya.
Ia pun menegaskan varian terbaru 1.500 cc didasari survei Daihatsu terhadap masyarakat yang menginginkan varian lebih bertenaga dan kuat. “Makanya kami meluncurkan varian 1.500 cc,” ujarnya.
Grand New Xenia yang berkonsep modern, tough, and sporty tampil dengan delapan warna. Di antaranya terdapat tiga warna baru, yaitu pearl white, bronze metallic, dan blue metallic. Itu disusul lima warna lainnya yakni icy white, classic silver, dark red metallic, dark grey metallic, dan midnight black. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved