Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kemenperin Siapkan Pabrik Baterai Litium

(*/E-3)
16/1/2019 01:45
 Kemenperin Siapkan Pabrik Baterai Litium
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak )

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) siap membangun pabrik baterai litium sebagai komponen utama kendaraan listrik.

Pabrik yang terletak di Moro­wali, Sulawesi Tengah, itu nantinya memproduksi material energi baru dari laterit untuk me­menuhi kebutuhan bahan baku baterai litium generasi kedua dengan berbasis teknologi hidrometalurgi.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektro­nika Kemenperin Harjanto menyampaikan pabrik berbasis tek­nologi hidrometalurgi itu akan berdampak pada harga baterai yang lebih terjangkau.

Itu lantaran teknologi hidrometalurgi memiliki keunggulan bisa mengekstraksi hampir se­mua logam yang terkandung dalam nikel sebagai komponen terbesar baterai. Berbeda dengan teknologi pirometalurgi yang terbatas dalam mengeks-traksi logam dalam nikel.
“Dengan hidrometalurgi kita harap cost-nya lebih rendah ka­rena menghasilkan energi. De­ngan penggunaan energi lebih sedikit diharapkan cost-nya lebih turun sehingga harga ba­terainya jadi lebih terjangkau,” jelas dia di Jakarta, Selasa (15/1).

Harjanto juga menjelaskan pembangunan pabrik baterai litium diharapkan dapat mempercepat pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sehingga menekan defisit neraca perdagangan.

Untuk itu, pihaknya pun mempercepat pembangunan pabrik baterai litium dengan pemberian insentif berupa holiday tax dan luxury tax bagi investor se­perti Tiongkok dan Jepang yang ingin ambil bagian dalam proyek tersebut.

Pembangunan pabrik baterai litium di Morowali ditandai groundbreaking oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menperin Airlangga Hartato di Desa Fatufia, Moro­wali, Jumat (11/1).

Total investasi pembangunan pabrik baterai litium itu mencapai US$700 juta dengan target menghasilkan devisa US$800 juta. Pembangunan pabrik baterai litium tersebut ditargetkan siap beroperasi pada 16 bulan mendatang. (*/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik