Kamis 10 Januari 2019, 11:39 WIB

Impor Beras Jadi Solusi Masalah Produksi

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Impor Beras Jadi Solusi Masalah Produksi

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

 

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo mengakui masih ada masalah yang belum terselesaikan dalam hal produksi beras.

Persoalan itu pula yang lantas membuat pemerintah melalui Perum Bulog masih harus melakukan impor sebanyak 1,8 juta ton sepanjang tahun lalu.

"Ya itu masalah produksi ya. Produksi kalau memang tidak cukup ya harus ditutup dengan kegiatan impor. Kalau tidak, harga pasti akan naik," ujar Jokowi saat mengunjungi Gudang Bulog Divisi Regional Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (10/1).

Dengan adanya impor tersebut, lanjutnya, masalah produksi yang minim kini bisa teratasi.

Stok di seluruh gudang Perum Bulog, pada akhir Desember 2018, mencapai 2,1 juta ton. Sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya menyisakan persediaan tidak sampai 1 juta ton pada penghujung tahun.

Baca juga: Jokowi Tinjau Stok Beras Bulog

"Ini stok yang memang besar. Kalau kita lihat dulu, kalau sudah Desember pasti tidak segini. Ini sekarang masih banyak sekali. Oleh sebab itu, stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga beras bisa sedikit turun," tuturnya.

Perum Bulog, sejak akhir tahun, memang sudah gencar melakukan operasi pasar. Kegiatan itu pun membuat harga beras stabil di pasar.

Bahkan, saat akhir tahun, periode ketika harga pangan cenderung naik lantaran tingginya permintaan seiring perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, harga beras juga tidak mengalami lonjakan.

"Sekarang trennya sudah turun walaupun baru Rp50. Itu turun karena Bulog juga terus melakukan operasi pasar besar-besaran untuk memberikan suplai kepada pasar-pasar yang membutuhkan, kepada masyarakat yang membutuhkan," lanjut presiden.

Bulog pun diinstruksikan untuk terus melakukan intervensi dengan mengguyur pasar dengan stok yang ada hingga panen raya tiba.

Dengan stok yang melimpah pula, Bulog kini bisa membungkam para spekulan di pasar sehingga tidak akan ada pemain-pemain yang bisa memainkan harga.

"Kalau stok Bulog banyak, akan ada keyakinan kepada pasar. Kita bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa setiap saat diperlukan, Bulog siap stoknya. Karena biasanya kalau stok sedikit, itu akan banyak spekulasi dari pasar. Yang bermain-main dengan harga. Sekarang kita tunjukkan bahwa stok itu ada dan memang banyak," tegasnya. (OL-2)

Baca Juga

Antara

Menhub Dorong Perusahaan Produksi Kendaraan Berbasis Motor Listrik

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:24 WIB
Kemenhub juga mendorong penyedia jasa kendaraan untuk publik menggunakan kendaraan...
DOK Pribadi.

2022 Diyakini sebagai Tahun Kebangkitan Properti

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:16 WIB
Pasalnya, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Apalagi pembangunan infrastruktur tetap berjalan seperti kereta cepat, MRT,...
Antara/Dhemas Reviyanto

Aliran Keluar Modal Asing dari Indonesia DIprediksi Hanya Berlangsung Singkat 

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 23 Januari 2022, 21:30 WIB
Lebih lanjut, Josua menjelaskan, aliran modal asing yang keluar secara khusus berlangsung di pasar SBN, mengingat di pasar saham masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya