Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Butuh Modal, harus ada Legalitas Usaha

Irene Harty
06/12/2015 00:00
Butuh Modal, harus ada Legalitas Usaha
(ANTARA/Umarul Faruq)
MODAL bukanlah satu-satunya pemecahan, bagi tumbuh kembangnya pelaku usaha kwcil dan menengah (UKM. Tapi ketersediaan permodalan yang cepat, murah dan secara mudah dapat dijangkaulah, yang menjadi kebutuhan vital pelaku UKM.

"Karena itulah Kementerian Koperasi dan UKM atas nama pemerintah hadir untuk memberikan dukungan permodalan bagi tumbuhnya bisnis ini melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM)," ujar Dirut LPDB-KUMKM Kemas Danial, saat membuka  Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), di Auditorium Kemenkop dan UKM, Jakarta, Sabtu (5/12)

Menurut Kemas, selain permodalan, satu hal lain yang tidak kalah penting dalam menjalankan usaha adalah legalitas. Karena legalitas usaha merupakan bukti kepatuhan terhadap aturan hukum yang bisa memberikan perlindungan terhadap usaha manakala terjadi masalah. "Legalitas diperlukan agar pelaku usaha, seperti laundry bisa mendapatkan bantuan modal usaha. Karena salah satu hal yang dipersyaratkan dalam pengajuan permodalan adalah legalitas usaha," kata Kemas mengingatkan..

Saat ini, jelas Kemas, Indonesia masih dirundung krisis global. Namun dibalik krisis global tersebut masih ada faktor-faktor ekonomi yang dianggap ‘menyelamatkan’ perekonomian bangsa. Mereka adalah para pelaku ekonomi (Koperasi dan UKM) yang telah terbukti selama ini memiliki daya tahan yang tinggi. Saat krisis melanda Indonesia, dimana ekonomi tertekan dengan berat, usaha mereka masih tumbuh pada kisaran 3-4%. Peran penting UMKM dalam menyokong perekonomian nasional terlihat dari 57,9 juta unit usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. UMKM mencakup 99,99 persen dari seluruh usaha di dalam negeri.

"Namun tetap saja harus ada kewaspadaan akan dampak krisis ini terhadap sektor UKM. Terlebih lagi kita akan sama – sama menyambut MEA di penghujung tahun 2015 ini, dimana persaingan di sektor UKM dan Koperasi kita akan dirasakan semakin berat jika tidak didukung dan dipersiapkan oleh pemerintah," imbuh Kemas. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya