Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DEFISIT neraca perdagangan telah mencapai US$2,05 miliar pada November 2018 sekaligus tercatat sebagai defisit yang paling lebar dalam lima tahun terakhir. Akibatnya, defisit neraca transaksi berjalan/current account deficit (CAD) pun ikut membesar.
Kepala analis Makroekonomi dan Kebijakan Sektor Keuangan LPEM UI Febrio Kacaribu, Kamis (20/12), mengatakan secara keseluruhan, defisit neraca dagang tidak hanya disebabkan oleh keseimbangan minyak dan gas yang dipengaruhi oleh harga yang menurun. Defisit itu turut disumbangkan oleh merosotnya ekspor komoditas seiring berlanjutnya tren penurunan harga komoditas global.
"Defisit transaksi berjalan secara keseluruhan akan lebih tinggi dari 3%," imbuh Febrio.
Dalam menanggapi hal tersebut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai CAD yang sekarang masih baik untuk Indonesia. Alasannya, komposisi impor tergolong produktif dengan sebagian besar untuk barang modal dan baku.
"Kami tidak mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan yang sekarang ini alarming. Masalahnya memang bukan terlalu dininya defisit transaksi berjalan, tapi untuk memastikan defisit transaksi berjalan diimbangi dengan kenaikan surplus dari neraca modal. Oleh karena itu bersama pemerintah kami sepakat untuk jangka pendek lebih baik berupaya menurunkan defisit ke arah 2,5% PDB di 2019," papar Perry.
Pada akhir 2018, lanjut Perry, ada kenaikan impor untuk bahan baku dan barang modal. Oleh karena itu, tidak terlalu mengejutkan bila kemudian hal itu menyebabkan CAD untuk keseluruhan akan sedikit di atas 3% PDB.
"Keseluruhan tahun 2018 kami perkirakan CAD masih di sekitar 3% PDB karena di triwulan I kemarin rendah," imbuh Perry.
Menurut Perry, defisit transaksi berjalan akan terkompensasi oleh besarnya aliran modal asing yang masuk pada triwulan IV. Dampaknya, neraca pembayaran diperkirakan mencatatkan surplus sekaligus memperkuat pasokan valuta asing yang menyokong stabilitas nilai tukar rupiah.
"Dalam konteks ini melihat keseluruhan neraca pembayaran," tutur Perry. (A-2)
Berita terkait : Neraca Pembayaran akan Berbalik Positif di Penutupan Tahun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved