Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pabrikasi Lenovo Sebagai Komitmen Jangka Panjang

Irwan Saputra
05/11/2015 00:00
 Pabrikasi Lenovo Sebagai Komitmen Jangka Panjang
(Dok Lenovo)
Lenovo memulai pabrikasi di Indonesia yang terletang di Serang, Banten. Melalui upaya ini, diharapkan dapat menjadi komitmen jangka panjang, serta meningkatkan pendapatan melalui perdagangan produk yang lebih kompetitif.

Perusahaan smartphone yang berpusat di Taiwan tersebut menggandeng TDK sebagai mitra di pabrikasi tersebut.

"Mereka (TKD) menyediakan tenaga kerja, pabrik dan lainnya. Tapi tenaga ahli, mesin-mesin dan sistem dari Lenovo. Jadi setelah itu bisa transfer ilmu dan teknologi ke orang Indonesia," jelas Country Lead Lenovo Indonesia, Adrie Suhadi usai acara pengumuman pabrikasi Lenovo, Rabu (4/11).

Sebagaimana peraturan yang akan ditetapkan oleh pemerintah mengenai TKDN, pabrikasi Lenovo di Indonesia berkomitmen memenuhi 20 persen unsur konten lokal. Mereka juga menargetkan, 2017 nanti, jumlah TKDN tersebut akan ditingkatkan hingga 30 persen.

"Untuk komponen itu rata-rata masih diimpor. Tapi assembly-nya yang dihitung lokal content 20 persen, pabriknya, pekerjanya, kardusnya dari Indonesia.

Kita masih pelajari bagaimana nambahnya yang 10 persen lagi. Kalau sekarang hardware, bisa jadi nantinya sofware atau aplikasi lokal. Kita juga masih menunggu arahan dari pemerintah," ujarnya.

Melalui pabrik perakitan tersebut, Lenovo akan memproduksi 100-150 ribu unit smartphone per bulan. Jumlah tersebut terbagi pada dua tipe yakni Lenovo A6010 dan A2010.

"Saat ini penjualan dari produksi ini masih untuk dalam negeri. Tapi harapan kita, juga bisa untuk pasar internasional," cetus Presiden MBG Group Lenovo, Chen Xudong.

Ia juga menjelaskan, melalui pabrikasi ini, pihaknya menunjukan bahwa tidak hanya menjadikan Indonesia menjadi pasar, namun juga sebagai tempat produksi.

Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Lenovo patut diapresiasi. Sebelumnya smartphone ini hanya mendatangkan produknya melalui impor, kemudian berkomitmen mendirikan pabrik perakitan.

"Jadi banyak industri yang seperti ini. Awalnya impor, kemudian berinvestasi disini. Jadi tidak benar kalau kita menghambat impor. Karena kita bisa menghambat investasi yang akan masuk," tegasnya.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin yang juga hadir pada kesempatan itu juga menyampaikan apresiasinya. Ia juga menegaskan akan terus meningkatkan investasi di bidang seluler, yang akan mengurangi impor secara berkala.

"Selama ini penjualan smartphone di Indonesia kebanyakan melalui impor. Kita akan mengurangi importasi ini secara berkala. Jadi yang dilakukan Lenovo ini sudah sangat tepat," kata Saleh. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya