Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Optic Marine Bangun Konektivitas dengan Fiber Optic di Indonesia

Ghani Curcahyadi
11/12/2018 09:15
Optic Marine Bangun Konektivitas dengan Fiber Optic di Indonesia
(Dok Optic Marine)

BEROPERASI sejak 2011, PT Optic Marine Indonesia telah melebarkan sayap dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya pada sektor maritim.

Pembangunan jaringan komunikasi bawah laut yang menghubungkan antarpulau di Indonesia bekerja sama dengan PT Pelayaran Lintas Optik menjadi salah satu langkah besar perusahaan dalam mendukung infrastruktur di Indonesia.

Selain itu, Optic Marine juga terlibat dalam berbagai proyek pemasangan kabel subsea di Asia Pasifik dan telah bekerja bersama perusahaan telekomunikasi global dan kantor pemerintah dari berbagai negara di seluruh dunia.

Optic Marine mewujudkan jaringan telekomunikasi dengan fasilitas Cable Orchestra dan Cable Empowered yaitu kapal yang dibangun khusus untuk instalasi kabel akhir pantai dan pekerjaan pendukung kelautan dengan mengutamakan standar keselamatan terbaik serta ramah lingkungan.

Dilengkapi dengan Dragon Sledge, J-Sledge, dan HAS Trenchers, salah satu yang menjadi keunggulan dari Optic Marine terletak pada akurasi dan kecepatan pemasangan kabel secara efektif.

Dengan fasilitas dan sumber daya yang berkualitas, Optic Marine juga telah menunjukkan keberhasilan dalam pembangunan instalasi dan perbaikan proyek listrik sebesar 132KV di Malaysia serta surveI dan konsultasi pada proyek kabel listrik Brunei 66KV & 132KV.

“Kenyamanan dan standar keamanan menjadi prioritas kami selama mengerjakan pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi terutama di wilayah Indonesia. Seluruh kapal-kapal yang kami miliki sudah memenuhi klasifikasi dan tersertifikasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, didukung pula dengan kemampuan sumber daya manusia yang cakap dan berkualitas. Kami sangat mengutamakan keselamatan dan selalu beroperasi berlandaskan regulasi yang tepat, sehingga Optic Marine dengan semua pihak yang terlibat mulai dari mitra hingga pemerintah dapat berkolaborasi harmonis dan mencapai visi yang sama”  kata Direktur PT Optic Marine Indonesia Capt Djonia A Algamar.

Optic Marine juga memiliki kapal berbendera Indonesia terbaru yang dinamai, CS Ile De Re (IRE) yang sudah melanglangbuana dalam menjalankan penggelaran dan perbaikan kabel-kabel laut dalam serta dilengkapi dengan alat penguburan SMD Gamma Type MD-3 dan perangkat ROV.

Baca juga: Pemerintah Bangun Infrastruktur tanpa Utang

Kapal ini memiliki kapasitas terbesar serta tercanggih saat ini di Indonesia (bahkan di Asia Pasifik) dengan kemampuan mengangkut empat ribu ton kabel optik yang jika dibentangkan bisa mencapai 3.800 km.

Di awal Desember 2018, kapal berbendera Indonesia ini akan menyelesaikan proyek international yang melibatkan Singapura, Indonesia, dan Australia dan juga akhirnya secara resmi telah membentangkan kabel optic sejauh 8.000 km di seluruh kawasan Asia Pasifik sejak Mei 2017 (25% merupakan proyek Indonesia dan 75% proyek asing), sehingga kapal tersebut dapat juga dijuluki sebagai “Kapal Pahlawan Devisa”.

Dengan seluruh pengalaman yang telah dilakukan dalam membangun koneksi kabel bawah laut dan pembangunan jaringan, Optic Marine merasa optimistis dan semakin bersemangat untuk memberikan kontribusi lebih baik lagi khususnya dalam mengembangkan jaringan domestik di Indonesia.

 “Kami ingin memberikan kontribusi lebih banyak lagi di pasar Indonesia karena nantinya akan ada lebih banyak pembangunan Infrastruktur pada tahun 2019, seperti berpartisipasi dalam dukungan percepatan teknologi telekomunikasi dan makroekonomi di Tanah Air, terus mendukung pembangunan infrastruktur nasional (Nawacita) dan juga berbagi, serta menerapkan kualitas kerja standar internasional di Indonesia, dalam hal pembangunan serat optik misalnya menghindari pemutusan jaringan serat optik yang tidak perlu” kata Isfan Fajar Satryo, Komisaris PT Optic Marine Indonesia.

Selaras dengan program pemerintah, agenda Nawacita yang dijadikan landasan dalam membangun Indonesia oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dimana salah satu program dalam agenda tersebut adalah untuk membangun infrastruktur merata di seluruh wilayah Indonesia, Optic Marine berharap dapat terus meningkatkan performa perusahaan dan mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi nasional dengan teknologi fiber optic yang dimiliki dan membantu kesiapan bangsa dalam menghadapi industri 4.0.

Optic Marine juga akan terus memfokuskan membangun kemitraan dengan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan di Indonesia demi mengangkat kualitas terbaiknya di kancah internasional. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik