MENTERI Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan menutup sementara sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Rinjani di Lombok, NTB.
Menurut Jonan, kegiatan operasional dua bandara harus dihentikan untuk sementara waktu akibat sebaran abu vulkanis.
“Karena ada erupsi Gunung rinjani, mulai tadi pagi jam 7 pagi tadi Bandara Selaparang di Lombok dan Bandara Ngurah Rai di Bali kami tutup sampai besok pagi jam 7,†ujar dia di Jakarta, Rabu (4/11).
Selain itu, pada pagi ini Jonan mengatakan otoritasnya telah menginstruksikan memberhentikan operasi Bandara Blimbingsari di Banyuwangi. Jonan memprediksi sebaran asap akan terus menutup kawasan tersebut sampai besok pagi.
“Di sana juga terkena sebaran abu vulkanis ini jadi kami tutup sehari, tapi kita akan evaluasi besok. Kalau misalnya buka tutup buka tutup saya kira tidak akan efektif,†ujar dia.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Gunung Rinjani yang terletak pada sejumlah kabupaten, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, NTB, mengalami erupsi sejak Selasa (3/11). Ketinggian letusan mencapai sekitar 3.500 meter dpal atau mencapai 1.000 meter atas Kawah Barujari.
Sebaran abu vulkaniknya menutupi Selat Lombok, wilayah Bali, Selat Bali hingga Banyuwangi. Hujan abu tipis melanda daerah-daerah tersebut. Tujuh desa di Kabupaten Lombok Utara terjadi hujan abu.
BPBD Provinsi NTB telah membagikan 4 ribu masker kepada masyarakat. Kondisi demikian menyebabkan sejumlah operator bandara menutup sementara kegiatan operasionalnya.
Sementara itu, maskapai BUMN Garuda Indonesia menghentikan penerbangan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali dan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, pada hari ini, Rabu hingga Kamis (4-5 November 2015), menyusul kebijakan otoritas penerbangan setempat yang menutup kedua bandara tersebut.
“Bedasarkan pemberitahuan otoritas bandara tersebut, Garuda Indonesia untuk sementara waktu menghentikan operasi penerbangannya, mengingat erupsi Gunung Rinjani dengan sebaran abu vulkaniknya dapat membahayakan keselamatan penerbangan,†kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar.
Berdasarkan Notice to Airman (NOTAM No: A2472/15) yang dikeluarkan otoritas penerbangan setempat menyebutkan bahwa Bandara Ngurah Rai, Denpasar, dan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi dinyatakan tertutup untuk sementara waktu.
Adapun rute-rute penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak oleh penutupan dua Bandara tersebut, dan tidak beroperasi pada hari ini, Rabu (4/11) dan Kamis (5/11) untuk sementara adalah sebagai berikut :
Denpasar – Jakarta pp 26 Penerbangan
Denpasar – Surabaya pp 8 Penerbangan
Denpasar – Yogyakarta pp 8 Penerbangan
Denpasar – Kupang pp 3 Penerbangan
Denpasar – Makassar pp 3 Penerbangan
Denpasar – Bandung pp 2 Penerbangan
Denpasar – Palembang pp 2 Penerbangan
Denpasar – Manado pp 2 Penerbangan
Denpasar – Tambolaka pp 2 Penerbangan
Denpasar – Melbourne pp 4 Penerbangan
Denpasar – Sydney pp 2 Penerbangan
Denpasar – Perth pp 4 Penerbangan
Denpasar – Narita (Tokyo) pp 4 Penerbangan
Denpasar – Kansai (Osaka) pp 4 Penerbangan
Denpasar – Seoul pp 2 Penerbangan
Denpasar – Hong Kong pp 2 Penerbangan
Banyuwangi – Surabaya pp 2 Penerbangan
Denpasar – Beijing pp 2 Penerbangan
Jember – Surabaya pp 2 Penerbangan
Kupang – Tambolaka pp 2 Penerbangan
Sebelumnya, pada hari Selasa, (3/11) NOTAM “notice to airman†No A2472/15 dan pada hari ini, Rabu (04/11) NOTAM “notice to airman†No C3465/15 telah dikeluarkan oleh Briefing Office Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait dengan penutupan 2 (dua) bandara tersebut.
Sementara itu, meskipun posisi Gunung Rinjadi berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sesuai NOTAM yang telah dikeluarkan, Bandara Internasional Lombok tetap dibuka dan penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Lombok sampai saat ini masih berjalan dengan normal.
Garuda Indonesia akan memonitor perkembangan erupsi Gunung Rinjani serta kesiapan Bandara Ngurah Rai Denpasar dan Bandara Belimbingsari Banyuwangi sebelum kembali melaksanakan operasional penerbangan.(Q-1)