Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hadapi MEA, Industri Keuangan Perlu Perbaikan

Anastasia Arvirianty
04/11/2015 00:00
 Hadapi MEA, Industri Keuangan Perlu Perbaikan
(MI/Usman Iskandar)
Dua bulan menjelang diberlakukannya Masyarakar Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia masih harus banyak melakukan perbaikan, terutama pada sektor industri keuangan, yang harus memperkuat permodalannya untuk dapat menggerakkan sektor UMKM Indonesia, yabg dianggap sebagai penggerak ekonomi negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad kepada media saat melakukan paparan pada acara Sosialisasi Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, di Jakarta, pada Rabu (4/11).

Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk memperbaiki industri keuangan tersebut, pihaknya akan merilis beberapa skema pembiayaan agar dapat menarik minat pengusaha untuk beri kredit UMKM.

"Kami akan bantu pengusaha start up (pemula) dan UMKM dengan meluncurkan kemitraan modal ventura tahun ini. Ada beberapa perusahaan yang berminat, ada dari dalam negeri dan luar negeri," terang Muliaman.

Diapun mengatakan, aturan terkait modal ventura tersebut sudah selesai dibuat dan siap diluncurkan, termasuk juga membangun venture fund di pasar modal.

Selain modal ventura, Muliaman pun mengaku juga tengah menyiapkan industri perbankan, pasar modal, dan asuransi di Indonesia untuk memenuhi kualifikasi agar bisa terintegrasi dengan perbankan maupun pasar modal Asean.

"Dengan begitu, secara otomatis hal tersebut bisa menjadi sumber dana yang tidak kecil dan memberi opsi pembiayaan yang cukup banyak."

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dalam menyongsong MEA, pemerintah sudah banyak melakukan perubahan. "Yang paling nyata adalah pemberian bea masuk yang rendah untuk perdagangan antar negara Asean, sehingga mestinya ini menjadi loncatan besar buat Indonesia."

Darmin pun menghimbau, karena pentingnya persiapan MEA ini, jangan sampai terhambat karena ada satu catatan besar yang harus diperhatikan.

"Dimulainya MEA pasti tetap membawa hal baru yang kita harus hadapi, harus lalui, dan untuk itu kita perlu membuat persiapan lebih matang," pungkasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya