Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PHE Resmi Kelola Blok Kampar

Jessica Restiana Sihite
03/11/2015 00:00
 PHE Resmi Kelola Blok Kampar
(MI/Rudi Kurniawansyah )
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyerahkan Blok Kampar di Riau kepada anak usaha PT Pertamina (persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Penyerahakan itu dilakukan dengan penandatanganan Kontrak Kerja Sama Bagi Hasil Wilayah Kerja Kampar antara SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Kampar.

Plt Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hufron Asrofi mengatakan nilai investasi untuk pengelolaan Blok Kampar sebesar US$13,5 juta. Investasi tersebut digunakan untuk studi geologi, geofisika, reservoir, dan produksi selama tiga tahun pertama. Lalu, PHE juga akan melakukan pengeboran 5 sumur sisipan dan 1 sumur eksplorasi. Pemerintah juga menerima komitemen berupa signature bonus dari PHE sebesar US$5 juta.

"Jadi akan ada alih kelola wilayah Kampar dari  PT Medco E&P Indonesia kepada PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Kampar," kata Hufron dalam laman daring Kementerian ESDM yang dikutip Media Indonesia, Selasa (3/11).

Sebelumnya, Blok Kampar dioperasikan oleh PT Stanvac Indonesia sejak 1993. Kemudian, blok tersebut diambilalih oleh PT Medco E&P Indonesia pada 1995 dan berakhir masa kontraknya pada 2013. Selama 2013 – 2015, pemerintah memberikan penugasan kepada PT Medco E&P untuk mengoperasikan sementara blok tersebut.

Sebagai informasi, total cadangan dari 12 lapangan (original oil in place atau OOIP) yang ada di Blok Kampar sebesar 200,386 MMSTB. Rata-rata produksi minyak bumi di blok tersebut sejak Januari 2015 - Oktober 2015 sebesar 1.380 barel per hari (bph).

Tiga PJBG ditandatangani
Di laman daring yang sama, Kementerian ESDM juga mencatat telah melakukan penandatanganan tiga perjanjian jual beli gas bumi (PJBG) di Bali, Senin (2/11). Ketiga PJBG tersebut antara lain PT Pertamina EP dengan PT Sinergi Patriot Bekasi. Gas yang dibeli Sinergi Patriot Bekasi untuk penggunaan kelistrikan selama empat tahun dengan pasokan gas sebanyak 3,5 juta kaki kubik per hari (mmscfd) - 5 mmscfd.

Lalu, PJBG antara ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan PT Odira Energi Karang Agung untuk penggunaan lifting minyak bumi selama 8 tahun. Pasokan gas yang dikomitkan sebesar 0,7-1 british thermal unit per hari. PT Pertamina EP juga melakukan PJBG dengan PUSRI untuk penggunaan pupuk selama 2 tahun dengan pasokan 17 mmscfd.

"Total perkiraan tambahan penerimaan negara sebesar US$61,36 juta (sekitar Rp823,5 miliar)," imbuh Hufron. (Q-1)







Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya