Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dana Pensiun Pertamina Incar Akusisi Dua Perusahaan Migas Nasional

Jessica Restiana Sihite
02/11/2015 00:00
 Dana Pensiun Pertamina Incar Akusisi Dua Perusahaan Migas Nasional
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Dana Pensiun (Dapen) Pertamina menyatakan sedang mengincar dua perusahaan minyak dan gas bumi nasional untuk akusisi saham. Perusahaan-perusahaan migas nasional yang diincar ialah perusahaan migas yang melantai di bursa efek.

Direktur Utama Dapen Pertamina Helmi Kamal Lubis mengatakan pihaknya siap masuk sebagai pengendali di dua perusahaan emiten yang diincarnya pada tahun ini. Dengan begitu, pihaknya bisa mengubah struktur organisasi dan mengusulkan perubahan pimpinan perusahaan.

Sebelumnya, Dapen Pertamina sudah resmi membeli sebesar 8,1% kepemilikan saham PT Sugih Energy (perseroan) Tbk. Karena itu, Dapen Pertamina berencana mengganti Dirut dan komisaris di perusahaan berkode emiten SUGI tersebut.

"Kita tidak akan berhenti di Sugih. Sugih hanya langkah awal kita. Di situ kita punya 8,1% dan kita mau akusisi yang lain," tutur Helmi saat konfrensi pers di Jakarta, Senin (2/11).

Helmi beralasan pihaknya lebih memilih untuk mengakusisi perusahaan emiten lantaran dinilai lebih transparan. "Saya rasa transaksinya lebih transparan ya. Kalau emiten kan data-datanya ada di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," cetusnya.

Dia mengatakan pihaknya sudah menerima penawaran dari beberapa investor untuk mendanai pengembangan Dapen terkait rencana akusisi dan pengembangan Sugih.

Para investor tersebut, kata dia, merupakan perbankan-perbankan asing, yakni RHB Bank, Credit Suisse, dan Deutsche Bank. Total dana yang ditawarkan dan sudah dikomitkan para investor tersebut mencapai US$400 juta.

"Komitmen mereka tidak hanya untuk pengembangan Sugih. Blok Lemang kita kerjain, Blok Selat Panjang kita kerjain, termasuk akusisi," tutur dia.

Rencananya, lanjut Helmi, pihaknya bisa masuk ke akusisi dua perusahaan tersebut lewat Sugih Energy. Pun, pihaknya bakal mancaplok 20% saham dan 40% saham di masing-masing perusahaan tersebut. Sayangnya, ia belum mau menyebut dua perusahaan migas yang akan dibelinya tersebut lantaran masih dalam proses finalisasi penawaran harga.

"Kita siapkan US$200 juta untuk akusisi itu. Nanti kita bisa masuk lewat Sugih, bisa lewat Dapen. Tergantung syarat dan keinginan investor kita. Kita maunya tahun ini," terang Hilmi.

Di kesempatan yang sama, Direktur Sugih Energy Ferdinand Terdy mengatakan pihaknya menargetkan produksi awal (on stream) Blok Lemang, Jambi bakal terjadi pada kuartal I 2016. Saat ini, rencana pengembangan lapangan (PoD) blok tersebut sudah disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan tinggal eksekusi produksi.

"Kira-kira akan ada 8.000 barel per hari (bph) dan kuartal I sudah mulai," tandas Terdy.

Saat ini, lanjut dia, blok milik Sugih Energy yang sudah berproduksi baru Blok Selat Panjang, Riau. Blok tersebut sudah memproduksi minyak bumi sebesar 300 bph. Namun, ke depannya Terdy mengatakan bakal berfokus pada produksi gas di blok tersebut.

Karena itu, Sugih Energy tengah menyiapkan perjanjian jual beli gas (PJBG) sebagai syarat untuk memproduksi gas. Dia mengungkapkan pihaknya sudah menerima beberapa pembeli gas yang serius akan melakukan PJBG dengan Sugih Energy.

"Selat Panjang ke depan akan lebih mengembangkan gasnya karena kita arahnya ke situ. Sudah ada beberapa buyer yang akan memulai PJBG, tapi belum bisa disebutkan karena belum resmi. Kita ekspektasi akhir November sudah bisa on stream gasnya," papar Terdy. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya