Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bank Permata Catat Laba Bersih Rp938 Miliar

Irene Harty
30/10/2015 00:00
 Bank Permata Catat Laba Bersih Rp938 Miliar
(Antara/Fanny Octavianus)
PT Bank Permata Tbk mencatat laba bersih dalam periode sembilan bulan terakhir tumbuh 24% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Jumlah itu senilai dengan total laba bersih setelah pajak yakni Rp938 miliar.

"Kondisi ekonomi makro yang penuh tantangan terus berdampak pada kualitas aset bank sehingga menyebabkan peningkatan berlanjut pada rasio NPL Gross dan Net masing-masing menjadi 2,50% dan 1,33% pada 30 September 2015 dari 1,44% dan 0,75% di tahun sebelumnya," Direktur Keuangan Bank Permata, Sandeep Jain lewat keterangan resmi, Jakarta, Jumat (30/10). Perlambatan ekonomi juga membuat tekanan portofolio yang signifikan pada kuartal ketiga.

Beban pencadangan (provision expense) naik 226% yoy menjadi Rp1,64 triliun dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. Bank Permata sendiri berupaya mengelola kondisi itu dengan hati-hati.

Total aset per 30 September 2015 mencapai Rp194 triliun, naik hanya 5% yoy dari Rp185 triliun pada tahun sebelumnya. Pendorong utama adalah pertumbuhan kredit secara konservatif sebesar hanya 2% yoy menjadi Rp133 triliun pada akhir September 2015.

"Pertumbuhan kredit ini didorong oleh segmen kredit otomotif di bawah program Joint Finance, bisnis UKM dan local sertamiddle market corporates yang ditopang oleh produk Trade Finance dan produk-produk pinjaman," lanjut Sandeep. Bank terus mengelola likuiditasnya dengan baik dan mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 2% yoy.

Pertumbuhan DPK itu sejalan dengan pertumbuhan kredit menjadi Rp151 triliun sehingga menghasilkan rasio Loan-to-Deposit (LDR) yang stabil di level 88%. Pendapatan operasional naik 19% yoy didorong oleh pertumbuhan yang sehat pada pendapatan bunga bersih dan pertumbuhan yang baik di pendapatan berbasis biaya (Fee Based Income).

Kendati demikian pendapatan bunga bersih tumbuh ke Rp4,91 triliun dari Rp4,1 triliun atau tumbuh 20% yoy dari tahun sebelumnya. "Perolehan itu datang dari peningkatan margin bunga bersih sementara Fee Based Income naik menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,22 triliun periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh 18% yoy," lanjut Sandeep.

Pertumbuhan terutama didorong oleh kinerja di Bancassurance, trade finance, kegiatan treasury, dan dampak penyertaan modal di PT Astra Sedaya Finance (ASF). Bank Permata juga terus mengelola biaya operasionalnya secara disiplin lewat investasi pada SDM, teknologi, jaringan, dan kantor cabang.

"Kita lihat biaya operasional Rp3,55 triliun, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama dalam tahun 2014. Hal ini menghasilkan positive jaws sebesar 11%," sahutnya. Positive jaws itu didapat dari pertumbuhan pendapatan sebesar 19% dikurangi pertumbuhan biaya sebesar 8%.

Diakui Sandeep, kuartal ketiga 2015 adalah masa yang sulit mengingat industri perbankan menghadapi dinamika tantangan berupa pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, penurunan tingkat konsumsi, dan ketidakpastian geo-politik serta ekonomi makro. Kinerja Bank Permata yang dipengaruhi oleh penurunan kualitas aset membukukan beban pencadangan kredit (loan impairment charges) yang lebih tinggi.

Bank Permata akan terus memperketat standar underwriting dan secara proaktif memonitor nasabah dalam sektor-sektor industri yang terkena dampak perlambatan ekonomi secara umum. "Kami melihat risiko downside yang lebih lanjut dalam kuartal keempat dan pengelolaan NPL tetap merupakan tantangan terbesar ke depan terhadap profitabilitas bank," pungkas Sandeep.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya