PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (persero) akan menjual gula kristal putih sebanyak 1,2 juta ton di tahun 2016, naik dibandingkan proyeksi tahun ini 140 ribu ton. Pelaksanaan itu merupakan respresentasi pemerintah untuk menstabilkan harga gula dan pemegang stok nasional setelah mendapat penugasan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perdagangan pada Juli 2015 lalu.
Direktur Utama PPI Dayu Padmara Rengganis mengatakan perseroan memasarkan gula kristal putih dengan menggelar pasar murah pada kantor cabang PPI di 33 provinsi Indonesia. "Pasar mudah inisiatif dari PPI, sementara operasi pasar (inisiatif) dari pemerintah," ujarnya di Toko Merah, Kawasan Kota Tua, Jakarta, hari ini.
Harga gula kristal putih PPI dijual dengan harga Rp11.500 untuk daerah Jawa. Sementara di luar pulau Jawa diberlakukan harga jual Rp12.000. Perbedaan harga itu karena biaya logistik.
Pemasaran gula kristal putih melalui pasar murah, katanya, akan membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dengan harga yang terjangkau. Serta menstabilkan harga gula.
Adapun PPI bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN VII, PTPN X, PTPN XI, dan PT Rawajali Nusantara Indonesia (persero) sebagai mitra pemasok gula kristal putih. Selain itu perseroan tetap membuka peluang kemitraan dengan produsen gula kristal putih untuk mempertahankan stok nasional.
Ia mengungkapkan PPI membeli gula kristal putih berdasarkan harga patokan petani (HPP) senilai Rp8.900.
PPI sudah menjual 30 ribu ton gula kristal putih kepada masyarakat. Jumlah itu akan meningkat menjadi 41 ribu ton di Oktober 2015 setelah menerima pasokan dari RNI.
Direktur Pengembangan Bisnis PPI Charles Sitorus menuturkan perseroan juga bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (persero) dan PT Kereta Api Indonesia (persero) untuk memasarkan gula kristal putih. Serta memanfaatkan gudang BUMN untuk ketersediaan stok.
Selain itu, PPI akan memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan gula kristal putih kepada konsumen melalui aplikasi penyedia jasa transportasi ojek online. Strategi itu bertujuan untuk mendekatkan produk mereka bagi masyarakat. "Tahun ini ditargetkan bisa (rampung)," tambahnya. (Q-1)