Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengemukakan sistem penerbangan di Indonesia termasuk yang ketat. Terutama karena Indonesia sempat mendapatkan larangan terbang ke Uni Eropa maupun Amerika setelah kecelakaan pesawat pada masa yang lalu.
Pascapelarangan tersebut Indonesia sudah membenahi sistem penerbangan nasional hingga perlahan dalam beberapa tahun kembali diizinkan terbang ke kedua kawasan. Jusuf Kalla pun meyakinkan transportasi udara jauh lebih aman ketimbang sektor transportasi lainnya.
"Persentase jumlah kecelakaan harus dibandingkan dengan jumlah penerbangan," tutur Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (30/10).
Wapres menyatakan dengan fakta tersebut ia dalam melakukan kegiatan kunjungan luar negerinya sebagian besar menggunakan pesawat komersial. Misalnya, ketika berkunjung ke Jepang sebanyak dua kali maupun ke Belgia dan Amerika beberapa di tahun ini.
Jusuf Kalla belum berani berspekulasi apakah kecelakaan kali ini akan berpengaruh kepada izin terbang maskapai Indonesia ke Eropa. Hal tersebut nantinya bergantung kepada hasil penelitian dan investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Katakan lah kelalaian manusia atau kelalaian pesawatnya itu bergantung dari hasil KNKT. Kalau memang akibat kelalaian regulator atau pemerintah, bisa saja ada sanksi lagi. Kan bertahap, dulu semua pesawat Indonesia tidak boleh, kemudian hanya Garuda boleh, setelah itu semua boleh," pungkas Jusuf Kalla.
Sejumlah maskapai asal Indonesia masuk dalam Safety List Uni Eropa pada 2007 yang berisi larangan maskapai yang dimaksud untuk terbang ke Eropa karena belum memenuhi standar keselamatan. Namun larangan tersebut resmi dicabut oleh European Commission untuk seluruh maskapai Indonesia pada Juni 2018 lalu. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved