Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Intervensi BI bikin Rupiah tidak Cepat Tergelincir

Fetry Wuryasti
06/9/2018 20:45
Intervensi BI bikin Rupiah tidak Cepat Tergelincir
(Ist)

BANK Indonesia terus melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Hingga Selasa (4/9) kemarin, Bank Indonesia telah masuk di pasar valas dan membeli SBN sebesar Rp11,9 triliun.

Rinciannya, gelontoran intervensi di dua pasar itu sebesar Rp3 triliun pada Kamis (30/8), Rp4,1 triliun pada Jumat (31/8), Rp3 triliun pada Senin (3/9), Rp1,8 triliun pada Selasa (4/9).

Pengamat Ekonomi Eric Sugandi mengatakan Bank Indonesia memang perlu melakukan intervensi di pasar valas selama tekanan dari faktor eksternal masih kuat, sambil memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan.

"Tanpa intervensi BI, rupiah bisa cepat tergelincir. Walau turun, cadangan devisa diyakini masih cukup banyak. Jikapun cadangan devisa dirasa kurang, Indonesia masih punya akses sebesar US$22,76 miliar ke dana Multilateralized Chiang Mai Initiative," kata dia di Jakarta, Kamis (6/9)

Selain melakukan intervensi di pasar valas dengan menjual dolar AS, ia memperkirakan BI akan menaikkan lagi suku bunga kebijakan BI 7 day Reverse Repo Rate rate 25-50 bps bulan ini.

Idealnya, kata Eric sekitar 50 bps, jika ingin rupiah cukup kuat bertahan dari tekanan eksternal. Bila hanya 25 bps mungkin dianggap belum cukup oleh para pelaku pasar finansial.

"Tapi kita lihat dulu apakah menjelang RDG Bank Indonesia, tekanan terhadap rupiah sedikit mereda. Makanya saat ini saya masih bilang 25-50 bps," imbuhnya.

Intervensi BI pun tidak bisa ditentukan secara pasti akan berlangsung sampai kapan. Tapi setidaknya sampai pertemuan The Fed (FOMC) terakhir tahun 2018 pada tanggal 18-19 Desember, para pelaku pasar finansial global menunggu apakah suku bunga acuan AS benar-benar akan naik dua kali lagi.

Sampai saat itu tekanan terhadap rupiah karena faktor sentimen tetap ada, walau timbul tenggelam. Tahun depan Fed Fund Rate mungkin naik lagi, dan rupiah mungkin bisa tertekan lagi jika CAD masih besar. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya