PT Kereta Api Indonesia (persero) mendapat fasilitas kredit sebesar Rp1,49 triliun dari bank sindikasi, antara lain BRI, BCA, BNI, dan Bank Mandiri untuk pembangunan prasarana kereta api bandara Internasional Soekarno Hatta.
Jumlah itu sekitar 84% dari total biaya proyek pembangunan prasana KA bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta).
"Dilakukannya perjanjian kredit ini merupakan salah satu bentuk komitmen KAI terhadap penugasan pemerintah untuk membangun KA Bandara Soetta," ujar Direktur Keuangan KAI Kurniadi Atmosasmito dalam acara penandatanganan fasilitas kredit sindikasi proyek pembangunan kereta api bandara Soetta di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.
KA Bandara Soetta akan beroperasi dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bandara Soetta melewati stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian. Total jarak yang dilintasi adalah sepanjang 36,3 km yang terdiri dari 24,2 km jalur eksisting dan 12,1 km jalur baru. Pembangunan jalur baru ini dilakukan berdasarkan studi kelayakan finansial dan teknis sejak Februari 2013 lalu selesai dilakukan oleh lembaga afiliasi penelitian industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Untuk mendukung operasional KA bandara, KAI akan merombak Stasiun Manggarai sebagai salah satu tujuan stasiun keberangkatan KA bandara dengan membangun underpass sebagai passenger crossing. Nantinya penumpang KA akan diarahkan untuk menuju peron khusus untuk penumpang KA bandara. Selain itu, KAI juga membangun stasiun Sudirman Baru sebagai stasiun khusus KA bandara (city air terminal) yang hanya melayani penumpang dari dan menuju bandara. (Bow/E-3)