Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Juni, Inflasi DKI Jakarta Diprediksi Naik

Yanurisa Ananta
19/6/2018 15:43
Juni, Inflasi DKI Jakarta Diprediksi Naik
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno(ANTARA/PUSPA PERWITASARI)

TINGKAT inflasi DKI Jakarta diprediksi mengalami peningkatan pada Juni. Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, kenaikan inflasi itu bisa mencapai 0,50%. Posisi inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan level inflasi pada Mei yakni sebesar 0,45%.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memperkirakan inflasi bulan Juni bisa sampai 0,50%,” kata Sri di Balai Kota, Selasa (19/6).

Sri menambahkan, kenaikan inflasi itu tidak dikontribusi dari kenaikan harga pangan selama Ramadan lalu. Namun disebabkan adanya kenaikan harga tiket pesawat (administered price) terkait musim mudik Lebaran yang ada di level 0,50%. Di lain sisi, Pemprov DKI tidak bisa mengintervensi tingkat harga tiket pesawat tersebut.

“Prediksinya inflasi kita akan agak sulit. Sulit menekan terkait harga tiket pesawat karena di bulan Juni pada angka tinggi. Pemprov tidak bisa melakukan apa-apa. Jadi pemprov memperkirakan inflasi Juni 0,50%,” jelas Sri.

Selain itu, kenaikan inflasi juga disebabkan kenaikan harga pada cabai, rokok dan makanan serta minuman jadi. Hal itu berkaitan dengan meningkatnya permintaan pasar akan makanan dan minuman bingkisan (parcel).

Kendati demikian, Sri menjelaskan pasca-Lebaran tahun lalu inflasi DKI ada di posisi 0,49% (year to date). Artinya, dari tahun ke tahun memang Lebaran menjadi pemicu kenaikan inflasi. Dibandingkan dengan inflasi nasional di periode yang sama sebesar 0,21%.

“Bulan ini agak jauh dengan nasional karena nasional 0,21%. Jakarta kan pusat,” ujar Sri.

Kendati demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim, selama Ramadan pihaknya berhasil menjinakan harga komoditas pangan. Ia menyebut, pada tahun sebelumnya saat Lebaran harga akan selalu bergejolak.

“Karena kita fokus pembangunan ekonomi. Mulai membuahkan hasil awal. Di beberapa titik sebelum lebaran dan sesudah lebaran menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dari prediksi kita,” ucapnya di kesempatan yang sama.

Berdasarkan data infopangan.jakarta.go.id, harga beras saat ini cenderung stabil. Untuk jenis beras IR 43 di beberapa pasar Jakarta dari tanggal 14 Juni-15 Juni dijual Rp9.477, sementara saat ini turun tipis Rp9.429. Berbeda dengan harga daging ayam broiler yang sempat bergejolak di pasaran.

Direktur Utama PD Dharma Jaya Johan Romadhon mengakui sulitnya mempengaruhi harga pasar. Pasalnya, pangsa pasar PD Dharma Jaya masih kurang dari 5%. Akibatnya, harga murah yang dipatok PD Dharma Jaya sekalipun tidak akan pengaruhi harga pasar.

“Kami belum bisa pengaruhi harga secara umum. Mudah-mudahan dengan melibatkan outlet-outlet, pengendalian harga bisa kami kendalikan. Jadi mampu kendalikan harga ayam dan sapi,” pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya