Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Meski Tanpa Larangan, Maskapai Indonesia Belum Siap Terbang ke Eropa

Erandhi Hutomo Saputra
18/6/2018 22:42
Meski Tanpa Larangan, Maskapai Indonesia Belum Siap Terbang ke Eropa
(Antara)

MESKI Uni Eropa telah mencabut larangan terbang bagi maskapai asal Indonesia, namun itu tidak serta merta membuat industri penerbangan di Indonesia segera membuka rute ke Eropa.

Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan, untuk terbang ke Eropa, membutuhkan persiapan yang panjang. Persiapan itu mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga infrastruktur pendukung dalam hal ini pesawat berbadan lebar (wide body).

"Kalau rencana kesana (Eropa) pasti hampir semua maskapai ingin terbang dan ekspansi. Cuma semua kembali ke infratruktur yamg harus disiapkan, pesawat harus disiapkan, SDM harus disiapkan. Itu sih masih lumayan panjang," ujar Agus saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Senin (18/6).

Tidak hanya itu, maskapai juga masih perlu mengkaji pasar di Eropa. Sebab meski potensi penumpang di Eropa menjanjikan, namun hal itu belum tentu sejalan dengan realisasi bisnis.

"Itu yang harus dipelajari marketnya, karena kami belum pernah terbang kesana. Kalau market tidak hanya dari sisi jumlah (penumpang), tapi juga dilihat supplainya gimana, maskapai mana yang terbang ke sana harus dikaji," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Agus, pencabutan larangan terbang itu patut disyukuri. Sebab hal itu menunjukkan keselamatan penerbangan di Indonesia sudah diakui dunia. Terlebih Sriwijaya Air merupakan salah satu dari tiga maskapai yang presentasi di Air Safety Committee di Brussel, Belgia.

Untuk itu, ia berharap aspek keselamatan yang telah dicapai Indonesia itu bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Sehingga suatu saat Indonesia bisa menjadi rujukan bagi negara lain terkait aspek keselamatan penerbangan.

"Kalau sekarang kita berada di level 55, harus bisa ditingkatkan sehingga kepercayaan masyarakat dunia meningkat, karena yamg dinilai bukan hanya maskapainya, tapi juga infrastruktur di daerah, bandara di daerah juga dilihat," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya