Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA minggu ke tiga bulan Mei ini, tiga perusahaan telah mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) yang mencatatkan saham perdananya di BEI pada Senin (14/5), lalu PT Royal Prima Tbk (PRIM) pada Selasa (15/5), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) pada Rabu (16/5).
PT Surya Pertiwi Tbk dan PT Royal Prima Tbk tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, sedangkan PT Medikaloka Hermina Tbk tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia.
"Ketiga perusahaan tercatat tersebut menjadi Perusahaan ke-12, 13 dan 14 yang mencatatkan saham di BEI di tahun ini. Dengan pencatatan saham perdana ketiga perusahaan tercatat ini maka saat ini telah ada 579 perusahaan tercatat di BEI," Ujar Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Oskar Herliansyah,melalui keterangan yang diterima, Minggu (20/5).
Selain pencatatan saham perdana, ada dua obligasi korporasi yang juga telah dicatatkan di BEI pada pekan ini. Pertama, Obligasi II Bussan Auto Finance Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Bussan Auto Finance (BAFI) dan mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1 triliun pada Rabu (16/5).
Selanjutnya adalah Obligasi Berkelanjutan II Maybank Finance Tahap I Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Maybank Indonesia Finance (BIIF) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar pada Jumat (18/5).
Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 28 Emisi dari 25 Perusahaan tercatat senilai Rp45,18 triliun.
Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 355 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 403,97 triliun dan US$ 47,5 juta yang diterbitkan oleh 113 Perusahaan tercatat.
Sebanyak 89 seri Surat Berharga Negara (SBN) telah tercatat di BEI dengan nilai nominal Rp 2.170,29 triliun dan US$ 200 juta. Selain itu, sebanyak 10 emisi Efek Beragun Aset telah dicatatkan di BEI dengan nilai emisi Rp9,56 triliun. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved